SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)  akan membenahi Terminal Patih Rumbih Sampit secara bertahap.  Tahun ini, anggaran yang dialokasikan hanya Rp200 juta.

"Tahun ini kita cuma dapat Rp200 juta untuk menambah ketinggian aspal di sana. Dan itu pun tidak bisa menangani semua. Kita lakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran," ungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim, Rody Kamislam, Selasa, 15 April 2025.

Terminal Patih Rumbih, yang terletak di Jalan MT Haryono Sampit, merupakan satu-satunya terminal di Kotim dan kondisinya sudah cukup tua. Terminal ini melayani rute Sampit-Palangka Raya, Sampit-Pangkalan Bun, bahkan hingga Banjarmasin.

Rody mengakui kondisi terminal perlu pembenahan.  Sebagian lantai rusak dan tergenang saat hujan. Perbaikan membutuhkan penanganan khusus karena harus mampu menahan beban berat bus.  Setiap hari, sekitar 50 bus beroperasi di terminal tersebut.

Meskipun kondisinya kurang representatif, pemerintah tetap mengoptimalkan terminal ini.  Pada arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 H lalu (21-30 Maret 2025), Terminal Patih Rumbih melayani 10.363 penumpang  dengan rincian 1.438 naik, 1.331 turun dan 7.594 transit. 

"Selagi di Terminal Patih Rumbih masih bisa melayani dan volumenya juga tidak terlalu besar, maka tetap kita optimalkan," tambah Rody.

Rody mengakui perlunya renovasi atau peremajaan, namun keterbatasan anggaran membuat perbaikan dilakukan bertahap.  Ia juga mendukung rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membangun terminal baru,  sebelumnya sempat ada wacana pembangunan terminal tipe B di Jalan Ir Soekarno, namun belum terealisasi karena masalah tumpang tindih lahan.

"Kondisinya memang sudah tidak representatif. Harapan kami, kita akan membuat perencanaan seperti apa nanti ke depannya, tetapi nanti tahapannya kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah kita.  Mudah-mudahan saja nanti pembangunan terminal oleh Pemprov Kalteng bisa diwujudkan, " harapnya. (DEVIANA/H)