BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Perumdam Tirta Mentaya menargetkan peningkatan cakupan layanan air minum pada tahun 2025. Salah satu langkah strategisnya adalah dengan menambah 2.000 sambungan rumah (SR), khususnya di wilayah yang belum terjangkau layanan air bersih.
"Ada 5 program Perumdam Tirta Mentaya untuk tahun 2025. Salah satunya meningkatkan cakupan layanan air minum bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau dengan menambah sebanyak 2.000 Sambungan Rumah," kata Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Rody Kamislam, Selasa, 13 Mei 2025.
Hal tersebut juga sempat ia paparkan dalam sharing session membahas Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) dengan Perumda Tugu Tirta Malang beberapa waktu lalu.
Lanjutnya, program kedua yaitu meningkatkan kualitas air minum dengan memperbaiki sistem pengolahan dan distribusi air yaitu pemeliharaan instalasi pengolahan air di unit IKK.
Kemudian pengembangan infrastruktur yang memadai, rencana pembangunan IPA kapasitas 50 liter/detik di Kecamatan Parenggean, jaringan transmisi dan distribusi Kota Sampit, efisiensi energi dan fasilitas lainnya.
--page
Keempat, pengembangan sistem informasi yang memadai untuk memantau dan mengelola air minum, dengan menerapkan Supervisory Control and Data Acguistion (SCADA) secara bertahap.
Terakhir, menurunkan tingkat kebocoran air dengan mengganti meter pelanggan sebanyak 2.000 pelanggan, membuat District Meter Area (DMA) secara bertahap.
Adapun berdasarkan data teknis layanan air bersih Perumdam Tirta Mentaya per akhir tahun 2024, terdapat 13 Unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun di 11 kecamatan di Kotim.
"Jumlah total sambungan pelanggan mencapai 36.260 unit, yang terbesar dari Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang sebesar 27.312 unit. Sedangkan cakupan layanan air minum mencapai 55 persen dari total 227.438 jiwa di wilayah pelayanan," ujarnya.
“Pemerintah daerah berkomitmen penuh dalam mendukung program air bersih,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









