SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Gedung megah berwarna merah, abu-abu, putih yang disebut Gedung Expo itu berdiri kokoh di dekat Voli Indoor Stadion 29 Nopember Sampit. Namun dari kejauhan pun kerusakan yang mengintai tak bisa disembunyikan. Di musim penghujan, air hujan mengucur deras dari atap-atap bocor, menggenangi lantai, dan menyisakan jejak lumut hijau kehitaman di dinding-dindingnya. Inilah potret terkini Gedung Expo Sampit, sebuah aset berharga milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menunggu uluran tangan perbaikan.

Gedung tersebut perdana difungsikan untuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kecamatan Baamang dan fun run pelajar pada April dan Mei 2025 setelah sekian tahun terbengkalai sejak dibangun tahun 2019.

Dalam waktu dekat direncanakan gedung tersebut akan menjadi lokasi pertandingan taekwondo tingkat pelajar dan mahasiswa se-Kalimantan Tengah. Namun kebocoran atap mengancam terganggunya kegiatan jika tak segera ditangani.

Rahmad Noor, selaku pengelola dari pihak ketiga yang dipercaya merawat gedung tersebut, mengungkapkan keresahannya. Baginya, bangunan senilai puluhan miliar rupiah itu terlalu berharga untuk dibiarkan rusak perlahan.

“Gedung itu akan cepat rusak kalau tidak digunakan dan tidak dibersihkan. Tapi kendala kami, seperti saat MTQ lalu, adalah kebocoran di sejumlah titik atap, sampai air masuk dan membanjiri lantai. Lantainya jadi licin dan berbahaya,” ujarnya, Senin, 26 Mei 2025.

--page

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan mengucurkan anggaran perbaikan. Setidaknya langkah awal adalah perbaikan atap, baru kemudian menyusul bagian-bagian lainnya.

Pemandangan sekitar Gedung Expo Sampit tersebut kini nampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Semak belukar yang dulunya mengelilingi gedung kini telah dibersihkan. Akses jalan yang dulunya becek dan berlumpur juga telah ditimbun, meski belum sempurna. Perubahan itu nampak sejak jelang pelaksanaan kegiatan MTQ Kecamatan Baamang.

Namun, lanjut Rahmat, interior gedung masih memperihatinkan. Dinding berlumut, lantai yang selalu basah saat hujan, dan suasana lembap membuat gedung ini belum sepenuhnya siap digunakan untuk kegiatan besar.

Sebelumnya, Anggota DPRD Kotim, Syahbana, menyampaikan dukungannya agar Pemkab segera mengalokasikan anggaran. Ia menilai, membiarkan gedung itu rusak sama saja dengan menyia-nyiakan aset publik bernilai besar.

"Tadi kita baru melihat dan ini pertama kali gedung ini digunakan, walaupun sebenarnya sudah lama selesai dibangun. Fasilitasnya belum representatif, tapi ini bisa jadi modal awal untuk kita perhatikan dan dorong agar fungsional," kata Syahbana, Sabtu, 26 April 2025.

Menurutnya, Gedung Expo memiliki potensi besar sebagai aset strategis daerah. Namun, saat ini kondisinya masih membutuhkan renovasi agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan, termasuk pameran, bazar UMKM, dan event lainnya.

--page

"Kami di DPRD akan mendorong penganggaran untuk renovasi. Gedung ini sudah menyedot anggaran besar saat pembangunannya, jangan sampai terbengkalai dan tidak memberi manfaat. Ini bisa jadi sumber PAD jika dikelola dengan baik," tambahnya.

Legislator dari Dapil II tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif, terutama dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim, untuk memastikan tahapan perbaikan berjalan secara bertahap dan terarah.

"Gedung ini sangat megah, sangat representatif kalau fasilitasnya cukup memadai. Jika dibandingkan Gedung Serbaguna ini jauh lebih luas. Namun kedepannya kita akan berdiskusi dengan dinas teknis terkait bagaimana nanti anggaran bisa kita kucurkan untuk membenahi fasilitas yang ada," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)