SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit -  Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana mengembangkan Dermaga Pelangsian untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan perekonomian daerah.

Pelaksana tugas (Plt) Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim, Rody Kamislam, menyatakan bahwa dermaga yang terletak di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang ini memiliki potensi besar.

"Saat ini dermaga tersebut mulai berkontribusi terhadap PAD. Makanya Pak Bupati ingin dermaga itu dikembangkan lagi karena potensinya besar," ujar Rody Kamislam di Sampit, Kamis, 29 Mei 2025.

Dermaga Pelangsian, yang dibangun pada tahun 2014-2015 dengan dana APBN dan dihibahkan ke pemerintah daerah, telah beroperasi sejak September 2021.  Meningkatnya aktivitas bongkar muat di dermaga ini menjadi alasan utama pengembangan.

"Informasi yang kami terima, dalam satu hari itu ada tujuh sampai delapan kapal yang harus menunggu giliran bongkar di dermaga itu. Artinya kebutuhannya tinggi," jelas Rody, yang sebelumnya menjabat Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kotim.

--page

Untuk merealisasikan pengembangan, Pemerintah Kabupaten Kotim telah menjalin kerja sama dengan PT Krakatau Bandar Samudera.  Nota kesepahaman telah ditandatangani Bupati Halikinnor di Jakarta pada Selasa (27/5).  Kerja sama ini akan difokuskan pada pembiayaan pengembangan, sementara pemerintah daerah akan mengurus perizinan dan dukungan lainnya.  Pelaksanaan teknis akan ditangani oleh BUMD PT Habaring Hurung melalui anak perusahaannya, PT Alur Mentaya Sejahtera.

Kerja sama ini memiliki landasan hukum yang kuat, yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Nomor 11 tahun 2013 dan Nomor 8 tahun 2017.  Sebelum pengembangan fisik dimulai, akan dilakukan studi kelayakan terlebih dahulu.

"Dermaga Pelangsian akan dikembangkan lebih besar lagi supaya banyak kapal yang sandar, sehingga semakin besar pula PAD yang akan masuk ke daerah," pungkas Rody Kamislam.  

Pengembangan ini diharapkan akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Kotim. (DEVIANA/Y)