SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) apresiasi atas terselenggaranya pelatihan juru sembelih halal (juleha) yang digelar menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah. Kegiatan ini dinilai sangat penting dalam menjamin kehalalan dan keamanan pangan bagi masyarakat muslim di Kotim.

“Kegiatan pelatihan ini sangat penting dan strategis, terutama dalam memastikan proses penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai syariat Islam, sekaligus memenuhi aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan,” kata Asisten III Setda Kotim M Saleh, Senin, 2 Juni 2025.

Ia menambahkan, pelatihan ini juga sejalan dengan semangat pemerintah dalam memberikan jaminan kehalalan produk makanan dan meningkatkan kapasitas serta kompetensi juru sembelih halal yang ada di daerah.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada DPD Juleha Kotim yang telah menyelenggarakan pelatihan ini sebagai bentuk kontribusi nyata menyambut Iduladha serta pembinaan keagamaan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 122 peserta, melebihi target awal yang hanya 100 orang. Peserta berasal dari berbagai kalangan seperti pengurus masjid, KUA, sekolah/madrasah, majelis taklim, rumah potong hewan (RPH), rumah potong unggas (RPU), hingga peserta perorangan dari seluruh kecamatan di Kotim bahkan dari Kabupaten Seruyan.

--page

Ketua Panitia, Mudlofar, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang penyembelihan hewan yang halal dan thayyib, baik dari sisi agama maupun teknis.

“Umat Islam di Kotim mencapai lebih dari 86 persen. Tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk menjamin bahwa daging yang dikonsumsi halal dan disembelih sesuai syariat,” kata Mudlofar.

Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga melakukan praktik langsung penyembelihan unggas seperti ayam dan itik. Hal ini sangat relevan mengingat masih adanya temuan praktik penyembelihan yang tidak sesuai syariat, seperti hewan yang belum mati sempurna sudah dicelup air panas, atau sapi yang dikuliti sebelum benar-benar mati.

Ketua DPD Juleha Kotim, Zainuddin, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan setiap masjid, musala, RPH, dan RPU di Kotim memiliki juru sembelih halal yang tersertifikasi. Hal ini penting mengingat banyaknya masjid yang rutin melakukan penyembelihan saat Iduladha.

“Di Kotim ada lebih dari 400 masjid. Kami harapkan semuanya memiliki juru sembelih halal tersertifikasi, agar penyembelihan hewan kurban benar-benar sesuai dengan standar halal,” ujarnya.

Zainuddin juga mendorong peserta untuk melanjutkan ke jenjang sertifikasi profesional melalui lembaga resmi seperti BNSP dan LSP PPHI, demi menjamin kompetensi juru sembelih dalam jangka panjang.

Materi pelatihan disampaikan oleh perwakilan DPW Juleha Kalimantan Tengah serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, yang turut memberikan edukasi terkait pemeriksaan kesehatan hewan kurban, termasuk deteksi penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan cacing hati.

“Setiap sapi yang masuk ke Kotim, baik dari Sulawesi maupun daerah lain, wajib melalui proses karantina dan pemeriksaan. Menjelang Iduladha, pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan lebih ketat, termasuk pemeriksaan organ dalam seperti hati,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)