SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) meluncurkan aplikasi Si Laras (Sistem Laporan Raport Dapur Sehat Atasi Stunting) sebagai upaya digitalisasi pelaporan dan penguatan program percepatan penurunan stunting di daerah. Aplikasi tersebut diharapkan menjadi solusi efektif dalam pemantauan dan evaluasi program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di berbagai wilayah.

“Saya sangat mendukung aplikasi Si Laras sebagai alat bantu pelaporan kegiatan DASHAT, yang merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi keluarga. Aplikasi ini akan membantu memantau upaya penurunan stunting melalui sistem yang lebih tertata dan efisien,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Jumat, 20 Juni 2025.

Pemkab Kotim meluncurkan aplikasi Si Laras bertepatan saat kegiatan rembuk stunting di Wella Resort. 

Halikinnor menilai, aplikasi tersebut inovasi strategis dalam mendorong keterlibatan masyarakat secara aktif dalam pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting.

Program DASHAT sendiri bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya dalam menyiapkan makanan bergizi seimbang untuk anak dan ibu hamil. 

--page

Dengan aplikasi Si Laras, diharapkan pelaporan kegiatan DASHAT bisa dilakukan secara real-time, akurat, dan terdokumentasi dengan baik oleh petugas maupun kader di lapangan.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kotim, per Desember 2024 tercatat 2.543 balita mengalami stunting atau sekitar 19,61 persen dari total 12.966 balita yang diukur saat bulan timbang.

Sementara itu, menurut hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka stunting di Kotim mencapai 35,5 persen. Namun, dari hasil evaluasi internal daerah, terdapat tren penurunan signifikan ke angka 22 persen, meski Halikinnor menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu rilis resmi dari Kementerian Kesehatan RI. (DEWI PATMALASARI/Y)