SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya untuk menekan angka kemiskinan di daerah tersebut.  Target ambisius telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kotim 2024-2029, yaitu mencapai angka kemiskinan 1 persen pada tahun 2029.  

"Kita harus membuat program terpadu untuk menuntaskan permasalahan yang dialami masyarakat kita yang berada di angka kemiskinan," kata Kepala Dinas Sosial Kotim, Hawianan, Sabtu, 28 Juni 2025.

Target penurunan tingkat  kemiskinan yang tertuang dalam RPJMD Kotim cukup menantang.  Pada tahun 2025, ditargetkan tingkat kemiskinan berada di 4,84 persen, kemudian menurun secara bertahap hingga mencapai 1 persen di tahun 2029.  Rincian target tersebut adalah 4,74 persen pada tahun 2026, 4,64 persen di tahun 2027,  4,55 persen di tahun 2028 dan akhirnya 1 persen di tahun 2029.

Hawianan menyebut saat ini, angka kemiskinan di Kotim masih tercatat sekitar 26 ribu jiwa lebih.  Namun, angka tersebut masih perlu diverifikasi ulang melalui data Program Keluarga Harapan (PKH).  Pemerintah Kabupaten Kotim menyadari bahwa dibutuhkan kerja sama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan partisipasi aktif masyarakat untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

"Berdasarkan data saat ini tingkat kemiskinan di Kotim masih tercatat sekitar 26 ribu lebih jiwa saat ini. Angka tersebut perlu diverifikasi lagi melalui PKH," jelasnya.

--page

Meskipun target tersebut terbilang ambisius, Hawianan optimistis target tersebut dapat tercapai.  Namun,  Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkala.

"Jika tidak tercapai, akan dilakukan evaluasi sehingga target di tahun selanjutnya dapat tercapai," tambahnya.  

Langkah-langkah strategis dan program terpadu yang komprehensif akan terus dikembangkan dan diimplementasikan untuk memastikan tercapainya target tersebut. (DEVIANA/Y)