SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan apresiasi tinggi kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kotim atas komitmennya dalam pembinaan kader.

"Dalam konteks lokal Kotim, NU telah berperan besar dalam menjaga harmoni sosial dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, toleran, dan berkemajuan," ujar Penjabat Sekretaris Daerah Kotim, Masri. 

Apresiasi ini disampaikan olehnya saat mewakili Bupati Halikinnor dalam pembukaan Pendidikan Dasar - Pendidikan Kader Penggerak NU Angkatan II PCNU Kabupaten Kotim, Jumat (18/7).

Kegiatan pendidikan kader yang berlangsung selama tiga hari di Sekretariat PC NU Jalan S Parman Sampit ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen NU dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, baik secara intelektual maupun spiritual.  

Masri menekankan pentingnya peran kader penggerak, terutama di tengah kompleksitas zaman sekarang.  

"Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kotim menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan pendidikan kader penggerak ini," tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Kalimantan Tengah, Wahyudie F Dirun.  Ia mengapresiasi Kotim sebagai salah satu daerah yang aktif menggelar PD-PKP NU Angkatan II,  menunjukkan keseriusan PC NU Kotim dalam membina kader. 

 "Memang kader NU itu cukup banyak sehingga mereka semua ingin berlomba-lomba untuk ikut pendidikan dasar ini karena ini langkah mereka untuk terus berkarya di Nahdlatul Ulama," ungkap Wahyudie. 

 Ia juga menekankan pentingnya pendidikan kader NU untuk pemahaman struktural, formal, dan kultural dalam perjuangan NU.

 "Pendidikan bagi kader ini sangat penting. Secara struktural dan secara formil sangat menentukan bagaimana dia berkiprah di struktural NU. Secara kultural dia akan lebih tahu bagaimana perjuangan-perjuangan para pendiri NU dan perjuangan NU memperjuangkan NKRI," jelasnya.

Ketua Panitia, Susilo, yang juga menjabat Ketua Kadin Kotim, menyampaikan rasa syukur atas dukungan Pemkab Kotim, khususnya melalui dana hibah. 

Ia juga mengungkapkan antusiasme peserta yang mencapai 180 orang, melampaui target awal 150 orang. 

 "Kita bangun sinergi dengan lintas sektor. Mari kita tingkatkan kegiatan NU sehingga semakin berkontribusi kepada masyarakat dan daerah. Kami berharap PCNU Kotawaringin Timur menjadi barometer di Kalimantan Tengah," harap Susilo.  (DEVIANA/y)