BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berencana menggunakan energi surya untuk penerangan jalan umum (PJU). Ini agar mengurangi beban PJU di Kotim.
"Kami akan menggunakan solar cell atau tenaga surya untuk PJU, tapi solar cell yang memang kualitasnya bagus sehingga tahan lama," kata,
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, Senin, 29 Juli 2025.
Diketahui, saat ini, Pemkab Kotim tengah meningkatkan infrastruktur PJU. Selain memperbaiki lampu yang rusak, pembangunan PJU baru juga tengah digencarkan, seperti di Jalan Pemuda dan Pramuka. Sebanyak 164 PJU telah didirikan di kedua jalan tersebut, dengan pemasangan kabel bawah tanah yang sedang berlangsung. Target penyelesaian proyek ini adalah 21 Oktober mendatang.
Penambahan PJU di jalan lain, seperti Jalan Kapten Mulyono, direncanakan pada tahun 2026. Untuk proyek ini, Dinas Perhubungan Kotim tengah mengkaji penggunaan lampu bertenaga surya.
"Sehingga ke depan sampai kapanpun ini tidak akan menjadi beban pemda untuk pembayaran tagihan (listrik PLN) PJU. Jadi mengurangi biaya. Kami coba kaji nanti menggunakan solar cell yang kualitasnya memang bagus," jelasnya.
Ia optimis rencana ini dapat terlaksana, mengingat beberapa lokasi di Kotim telah menggunakan PJU bertenaga surya. Penggunaan energi surya dinilai lebih hemat dan praktis. Kajian lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan lokasi penambahan PJU dan biaya yang dibutuhkan.
"Sehingga ke depan sampai kapanpun ini tidak akan menjadi beban pemda untuk pembayaran tagihan (listrik PLN) PJU. Jadi mengurangi biaya," demikian Raihansyah.
Penambahan PJU ini bertujuan untuk meningkatkan keindahan Kota Sampit dan keselamatan pengendara, sekaligus menekan potensi kriminalitas di malam hari. (DEVIANA/y)









