BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) 2025 kategori Pratama. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia dalam ajang Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak 2025 yang digelar secara hybrid pada Jumat malam, 08 Agustus 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotim, Umar Kaderi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian ini.
"Prestasi ini hasil kerja keras seluruh pihak mulai dari dukungan pemerintah daerah, OPD (organisasi perangkat daerah) terkait, masyarakat, dunia usaha hingga para pegiat perlindungan anak meskipun pada tahap Pratama," ujarnya, Senin, 11 Agustus 2025.
Penghargaan ini diberikan kepada 355 kabupaten/kota yang dinilai telah berkomitmen dalam mewujudkan lingkungan yang layak bagi anak-anak. Proses penilaian KLA 2025 sendiri memakan waktu hampir satu setengah tahun dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
Umar Kaderi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kotim, menambahkan bahwa capaian ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Kotim dalam membangun sistem perlindungan dan pemenuhan hak anak yang terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.
"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan berpartisipasi dalam meraih penghargaan ini," katanya.
Lebih lanjut, Umar menilai bahwa penghargaan ini menjadi pijakan awal yang penting untuk terus meningkatkan pemenuhan hak anak, perlindungan, dan partisipasi anak di berbagai aspek kehidupan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berinovasi dan memperkuat komitmen bersama demi mencapai kategori yang lebih tinggi.
"Mari kita jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk berinovasi dan memperkuat komitmen bersama menuju kategori yang lebih tinggi, demi terwujudnya kabupaten yang benar-benar ramah dan aman bagi semua anak," pungkasnya. (DEVIANA/H)









