SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten setempat tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2026.

Kepala Bapenda Kotim Ramadansyah, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran. 

"Kita tahu di 2026 nanti, sebagaimana pidato keuangan presiden akan tetap melakukan efisiensi. Makanya kemarin rapat dengan gubernur terkait dengan peningkatan pendapatan asli daerah," katanya, Rabu, 3 September 2025.

Ia mengungkapkan salah satu langkah utama yang diambil adalah memaksimalkan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) menjadi 20 persen, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022.

 "Kemarin waktu penetapan di 2024 itu kita sama-sama DPR itu menetapkan 5 persen. Dengan perkembangan waktu, hasil evaluasi sekarang kita sudah merubah perda (peraturan daerah) terkait itu menjadi Perda Nomor 1 tahun 2025 tarif menjadi 20 persen," jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan pendataan kendaraan bermotor untuk mengoptimalkan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). 

Bapenda Provinsi Kalimantan Tengah dan Bapenda Kabupaten Kotim juga sepakat untuk bersama-sama melakukan penagihan penggunaan air permukaan maupun air tanah yang digunakan oleh perusahaan.

 "Harapan kita, langkah-langkah ini mampu meningkatkan PAD kita, termasuk pendataan alat-alat berat yang akan kita lakukan cek bersama dengan Bapenda provinsi," terangnya. 

Saat ini, realisasi PAD Kotim telah mencapai 50 persen dari target Rp400 miliar lebih. Pemerintah daerah optimistis bahwa target tersebut dapat tercapai melalui upaya-upaya optimalisasi yang telah disepakati.

"Upaya bersama dalam optimalisasi PAD ini kemarin sudah disepakati oleh Pak Gubernur dan Pak Bupati bahwa akan dilakukan per zona. Rapatnya nanti mungkin langsung di kabupaten masing-masing bersama pak gubernur langsung meninjau lapangan," tutup Ramadan. (DEVIANA/H)