BORNEONEWS, Palangka Raya - Aktivitas transportasi udara di Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif sepanjang Juli 2025. Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penumpang di seluruh bandara utama di wilayah tersebut dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kenaikan ini mencerminkan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, baik untuk keperluan bisnis, pendidikan, maupun wisata,” kata Agnes pada Sabtu, 13 September 2025.
Bandara Iskandar di Pangkalan Bun mencatat lonjakan tertinggi dengan kenaikan 11,95 persen, dari 44.447 penumpang menjadi 49.759 penumpang. Sementara itu, Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya mengalami peningkatan sebesar 9,11 persen, dari 64.569 menjadi 70.454 penumpang. Bandara H. Asan di Kotawaringin Timur naik 2,09 persen, dan bandara lainnya mencatat pertumbuhan 3,80 persen. Secara keseluruhan, jumlah penumpang angkutan udara di Kalimantan Tengah selama Juli mencapai 138.515 orang.
Distribusi penumpang selama bulan tersebut menunjukkan dominasi Bandara Tjilik Riwut yang menyumbang 50,86 persen dari total penumpang. Bandara Iskandar menyusul dengan kontribusi 35,92 persen, diikuti Bandara H. Asan sebesar 9,54 persen, dan bandara lainnya sebesar 3,68 persen.
“Palangka Raya sebagai ibu kota provinsi tetap menjadi pusat pergerakan udara, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan,” jelas Agnes.
Selain pergerakan penumpang, arus barang melalui angkutan udara juga menunjukkan dinamika tersendiri. Total volume barang yang diangkut selama Juli 2025 mencapai 2.615 ton. Bandara Tjilik Riwut kembali menjadi titik utama distribusi dengan porsi 73,08 persen, jauh mengungguli Bandara Iskandar sebesar 18,78 persen, Bandara H. Asan sebesar 7,23 persen, dan bandara lainnya sebesar 0,91 persen.
Agnes menambahkan bahwa peningkatan jumlah penumpang dan stabilnya arus barang menjadi indikator penting dalam membaca geliat ekonomi daerah.
“Transportasi udara bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga mencerminkan aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” katanya.
Ia berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan didukung oleh peningkatan layanan serta infrastruktur bandara.
Dengan pertumbuhan yang konsisten, sektor transportasi udara di Kalimantan Tengah diproyeksikan akan terus memainkan peran strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi di Bumi Tambun Bungai. (TESTI PRISCILLA/H)









