BORNEONEWS, Sampit – Warga Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah dalam menangani jembatan putus yang menjadi akses penghubung tiga desa, yakni Desa Tanjung Harapan, Agung Mulya, dan Beringin Agung.
Camat Telaga Antang, Sudar, mengatakan pemerintah daerah langsung bertindak setelah menerima laporan dari masyarakat. Dalam waktu singkat, jajaran terkait turun ke lapangan dan melakukan perbaikan darurat.
“Alhamdulillah, respon dari Bupati dan Kepala Dinas SDABMBKPRKP sangat cepat. Satu pekan lalu langsung disurvei, Sabtu rapat, dan Senin–Selasa perbaikan dikerjakan. Sekarang jembatan sudah bisa dilewati kendaraan dengan muatan sekitar 10 ton. Nantinya akan dianggarkan kembali untuk perbaikan permanen di tahun 2026,” kata Sudar, Jumat, 26 September 2025.
Masyarakat setempat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemkab Kotim, khususnya kepada Bupati dan dinas terkait yang memberikan perhatian serius terhadap akses vital ini.
“Dengan adanya perhatian pemerintah, jalan penghubung menuju tiga desa kini kembali bisa digunakan. Ini sangat membantu mobilitas warga, baik untuk aktivitas sekolah maupun angkutan hasil perkebunan,” imbuh Sudar.
Sudar menjelaskan, di wilayah yang ia pempin tersebut menjadi perlintasan air saat hujan. Sehingga banjir pun tak bertahan lama di wilayah tersebut.
“Kalau ada hujan deras, air hanya melintas 2–3 jam kemudian surut. Di desa paling jauh, seperti Rantau Suang, kondisi banjir biasanya hanya sebentar karena air turun dari perbukitan. Jadi saat ini tidak ada banjir permanen, hanya genangan sementara,” katanya.
Sebelumnya, pada Kamis, 11 September 2025, jalan kabupaten di Telaga Antang yang menjadi jalur utama penghubung antar desa sempat terputus. Hujan deras mengikis tanah di sekitar gorong-gorong jembatan hingga akses kendaraan terganggu. Akibatnya, truk pengangkut hasil perkebunan harus memutar sejauh 15 kilometer melalui jalur alternatif di KM 10 poros jalan utama. (DEWI PATMALASARI/y)









