BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya memperluas jangkauan layanan telekomunikasi hingga ke pelosok desa. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menjadi garda depan dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan aktivitas masyarakat di era digital ini.
Plt Kepala Diskominfo Kotim, Jumberi, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan penambahan perangkat Starlink di sejumlah desa dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinyal internet di wilayah-wilayah yang selama ini sulit terjangkau jaringan.
"Tahun 2026 nanti kita akan menambah beberapa Starlink yang dibutuhkan. Mudah-mudahan seluruh desa di Kotim bisa menikmati jaringan yang lebih kuat," ujar Jumberi, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Berdasarkan data Diskominfo, saat ini tidak ada lagi desa di Kotim yang mengalami blank spot dari total 168 desa yang tersebar di 17 kecamatan. Namun, masih terdapat enam desa dengan kualitas sinyal yang lemah.
Upaya peningkatan jaringan ini mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Pada tahun 2024, kerja sama ini telah menghadirkan layanan internet gratis berbasis VSAT di 24 titik, termasuk di satuan pendidikan dan Polsek Tualan Hulu.
Selain dukungan pemerintah pusat, Pemkab Kotim juga menjalankan program daerah dengan menyediakan layanan Starlink menggunakan dana APBD. Hingga saat ini, empat lokasi telah menerima bantuan perangkat, yaitu Kecamatan Tualan Hulu, Desa Sungai Hanya (Antang Kalang), Desa Pamalian (Kota Besi), dan Desa Biru Maju (Telawang).
Jumberi menambahkan, saat ini masih ada sekitar 50 desa yang perlu mendapat penguatan jaringan, terutama di wilayah Antang Kalang, Bukit Santuai, dan Tualan Hulu. Pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan persoalan sinyal lemah agar seluruh masyarakat Kotim dapat menikmati akses komunikasi dan informasi tanpa kendala.
"Starlink memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun untuk wilayah pelosok, ini solusi yang cukup efektif. Kami tetap berharap nantinya bisa dibangun menara telekomunikasi (BTS) agar jaringan semakin stabil," jelas Jumberi. (DEVIANA/y)









