SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) dan Pemkab Seruyan menandatangani kesepakatan bersama terkait kerja sama pembangunan antar daerah.

“Hari ini kita melaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Kotim dan Pemkab Seruyan tentang kerja sama pembangunan antar daerah, serta perjanjian kerja sama oleh kepala perangkat daerah dari kedua pihak,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Senin, 3 November 2025.

Penandatanganan dilaksanakan dibAula Rumah Jabatan Bupati Kotim. Dimana pihak Pemkab Seruyan dipimpin oleh Bupati Ahmad Selanorwanda.

Lanjut Halikinnor, kerja sama ini dilakukan sebagai langkah memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas wilayah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pelayanan publik.

Kerja sama tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2020 tentang kerja sama daerah dengan daerah lain dan pihak ketiga.

Ia menjelaskan, kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari surat tawaran kerja sama Pemkab Kotim Nomor 100.2.2.3/144/SETDA.KS/2025 dan surat balasan persetujuan dari Bupati Seruyan Nomor 100/1539/PEM/IX/2025, serta hasil pertemuan pada 16 September 2025 di Kabupaten Seruyan.

“Melalui kerja sama ini, kita berharap terwujud sinergi antar daerah dalam memanfaatkan potensi, keahlian, dan sumber daya yang dimiliki masing-masing,” imbuhnya. 

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup beberapa bidang strategis, antara lain penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), pembudidayaan ikan melalui penyediaan benih ikan nila, penanggulangan bencana, pencegahan dan penanggulangan kebakaran pemukiman serta penyelamatan.

“Dalam pelaksanaannya, kita harus berpegang pada prinsip efisiensi, efektivitas, sinergi, saling menguntungkan, persamaan kedudukan, dan itikad baik. Saya mengajak seluruh perangkat daerah untuk segera menindaklanjuti kesepakatan ini dengan program kerja konkret agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat kedua daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menilai kerja sama ini sangat penting karena kedua kabupaten memiliki sejarah dan wilayah yang saling berbatasan langsung.

“Secara historis, Kabupaten Seruyan merupakan hasil pemekaran dari Kotawaringin Timur. Maka wajar jika banyak persoalan dan potensi yang sama di wilayah perbatasan, baik dalam bidang pendidikan, lingkungan, maupun ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, banyak anak-anak di wilayah perbatasan yang belum terakomodir dalam fasilitas pendidikan, sehingga sinergi di bidang pendidikan perlu diperkuat untuk membangun sumber daya manusia yang lebih baik.

“Masalah lingkungan seperti kebakaran lahan dan potensi ekonomi lainnya juga menjadi perhatian bersama. Karena daerah kita ini bersisian dari laut hingga pegunungan, tentu ada potensi sekaligus tantangan yang harus dikelola secara kolaboratif,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)