BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) tetap berkomitmen mengembangkan Pulau Hanibung sebagai destinasi wisata baru meskipun menghadapi tantangan pemangkasan anggaran cukup besar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Inovasi dan Riset Daerah (Bapperida) Kotim Alang Arianto menjelaskan, proyek tersebut akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kita tetap upayakan karena ini merupakan keinginan pimpinan daerah, bupati ingin membuka tempat wisata baru. Masyarakat Desa Camba juga sangat mendukung agar di sana tumbuh ekonomi baru,” ujar Alang Arianto, Rabu, 5 November 2025.
Diketahui, pengembangan Pulau Hanibung menjadi salah satu dari 14 program prioritas Bupati Kotim Halikinnor selama 5 tahun ke depan. Pengembangan wisata tersebut dipercaya dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Alang mencontohkan keberhasilan pengembangan Pulau Kaja di Palangka Raya yang mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Konsep serupa diharapkan dapat diterapkan di Pulau Hanibung dengan pola pendanaan yang tidak semata-mata mengandalkan anggaran daerah.
“Dengan kondisi anggaran yang terbatas akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp380 miliar, kita mencari alternatif pembiayaan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bapperida Provinsi, Universitas Palangka Raya, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendukung pengembangan Pulau Hanibung,” ujarnya.
Menurut Alang, pengembangan kawasan tersebut dirancang dengan sistem kolaborasi antarinstansi. Dinas Pariwisata Kotim akan menjadi penanggung jawab utama, sementara Bapperida fokus pada penyusunan master plan dan dukungan teknis perencanaan.
“Dalam periode 2025–2029 targetnya sudah terlihat apa yang menjadi harapan kita. Walau anggaran terbatas, dengan sinergi antar lembaga dan dukungan masyarakat, Pulau Hanibung bisa menjadi ikon wisata baru Kotim,” tambahnya.
Selain itu, proyek pembangunan jalan Kota Besi–Kandan–Camba yang sempat tertunda pada 2025 akan kembali dimunculkan dalam rencana kerja tahun 2026. Jalan ini dinilai penting sebagai akses utama menuju kawasan Pulau Hanibung.
“Jalan tersebut sebelumnya sudah mendapat alokasi, namun karena efisiensi anggaran akhirnya ditunda. Insya Allah 2026 minimal sudah bisa fungsional, meskipun belum diaspal tapi akan dilakukan pengerasan agregat,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









