SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) tengah berupaya memetakan potensi daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan fiskal yang dihadapi akibat pemotongan transfer dari pemerintah pusat yang diperkirakan akan berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mulai tahun 2025-2026.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, mengungkapkan bahwa kondisi fiskal saat ini kurang baik akibat pemotongan transfer dari pusat. 

"Fiskal kita saat ini kurang bagus karena adanya pemotongan transfer dari pusat untuk APBD kita mulai dari tahun 2025-2026," ujarnya, Rabu, 5 November 2025.

Dampak dari pemotongan itu, menurut Umar, dapat menghambat prioritas pembangunan daerah. Sehingga perlunya upaya agar pembangunan di daerah tetap berjalan. 

 "Hal ini mengakibatkan prioritas pembangunan daerah terkendala. Oleh karena itu kami akan mengadakan konsolidasi internal semua OPD untuk memecahkan tantangan itu dan dapat melaluinya," tambahnya.

Pemkab Kotim bertekad untuk memaksimalkan pendapatan daerah agar pembangunan tetap berjalan. Saat ini, Pemkab Kotim sedang melakukan pemetaan potensi pendapatan yang dapat ditingkatkan tanpa memberatkan masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk menjaga stabilitas keuangan daerah dan memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.

 "Sementara ini kami masih melakukan pemetaan potensi pendapatan yang bisa ditingkatkan, tentunya tidak memberatkan masyarakat," pungkasnya. (DEVIANA/H)