BORNEONEWS, Sampit – Hujan deras yang mengguyur sejak Senin malam, 10 November 2025 menyebabkan banjir air pasang atau rob melanda Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dampak dari banjir rob tersebut membuat aliran listrik ke wilayah itu padam hingga sebabkan masyarakat rela gelap gulita ketika malam hari.
Pemadaman listrik sendiri terjadi sejak Senin, 10 November 2025 sekitar pukul 21.00 WIB. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam K Anwar mengatakan, pihaknya menerima laporan pertama dari warga sekitar pukul 23.48 WIB. Ketinggian air yang terus meningkat menyebabkan akses jalan utama terputus.
"Air pasang cukup tinggi merendam wilayah Desa Bapinang Hulu dan menyebabkan ruas jalan penghubung Bapinang–Pagatan tidak bisa dilalui," ujar Multazam, Selasa, 11 November 2025.
Banjir mencapai ketinggian 50-80 sentimeter di beberapa titik. Beberapa rumah warga terendam air hingga menyentuh lantai. Petugas BPBD terus memantau perkembangan dan meminta warga waspada terhadap potensi hujan susulan.
"Tadi malam, ketinggian air cukup signifikan di Bapinang Hulu. Beberapa rumah sudah tergenang, tetapi pagi ini air mulai berangsur surut," jelasnya.
Ia menambahkan, informasi dari pihak kecamatan menyebutkan bahwa situasi mulai membaik dan air sudah surut. Namun, wilayah itu masih mengalami pemadaman listrik sejak malam sebelumnya. PLN masih berupaya menelusuri titik gangguan agar aliran listrik segera normal kembali.
"Listrik memang belum menyala karena petugas PLN sedang bekerja menelusuri titik gangguan," katanya.
Banjir pasang memang bukan hal baru bagi warga Pulau Hanaut. Meski demikian, kejadian ini tetap menimbulkan kekhawatiran, terutama karena pemadaman listrik membuat malam terasa panjang dan gelap. (DEVIANA/H)









