BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan seleksi terbuka untuk mengisi 12 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) yang kosong. Proses seleksi telah dimulai sejak 18 November 2025.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, Umar Kaderi, menjelaskan bahwa seleksi ini dilakukan untuk mencari pejabat yang kompeten dan profesional untuk mengisi posisi-posisi strategis di lingkungan Pemkab Kotim.
"Seleksi terbuka ini kita laksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan tujuan untuk mendapatkan pejabat yang benar-benar memiliki kemampuan dan kualitas yang dibutuhkan untuk memimpin dan menjalankan roda pemerintahan," ujar Umar Kaderi, Rabu, 19 November 2025.
Saat ini setidaknya ada 15 jabatan tinggi pratama yang kosong atau belum ada pejabat definitifnya, yakni Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan,Kepala Dinas Pendidikan,
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, Inspektur, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Asisten I Setda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten II Setda Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Namun dari jumlah tersebut 12 JPT yang dilakukan seleksi. Ia menegaskan, seleksi tersebut tidak termasuk Jabatan Sekretaris Daerah.
"Itu diluar Sekda ya. Karena ada aturannya sendiri. Untuk yang seleksi sekarang sudah berjalan karena sudah saya tandatangani," tegasnya.
Umar menambahkan, proses seleksi meliputi beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, uji kompetensi, hingga wawancara.
Ia berharap, melalui seleksi tersebut dapat menghasilkan pejabat yang memiliki integritas, kapabilitas, dan akseptabilitas yang tinggi, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kotim. (DEVIANA/y)









