BORNEONEWS, Sampit - Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah melakukan antisipasi terhadap ketersediaan bahan pangan. Pasalnya, menjelang Nataru tersebut diperkirakan terjadi peningkatan permintaan.
"Yang menjadi perhatian ini telur ayam ras. Biasanya ada peningkatan permintaan jelang Nataru, " kata Kepala Bidang Perdagangan di Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kotim, Kasiyan, Kamis, 28 November 2025.
Berdasarkan pengalaman dari tahun sebelumnya permintaan telur ayam ras meningkat. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, ketersediaan telur harus dipastikan aman.
Oleh sebab itu, dirinya juga meminta distributor telur yang ada di Kotim agar memastikan stok telur.
"Telur ini sebagian besar dipasok dari Jawa, jadi distributor juga bisa memastikan stok telur dan harganya, jangan sampai lebih tinggi dari pasar," imbuhnya.
Sementara untuk ketersediaan komoditas lain seperti beras khusus premium dipastikan aman. Berdasarkan pantauan pihaknya di lapangan, stok disejumlah distributor cukup banyak.
"Selain stok melimpah, harga beras premium juga mengalami penurunan. Kami lihat di ritel modern maupun pasar harganya turun," ungkapnya.
Ia menambahkan untuk menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pangan, pihaknya akan menggelar pasar pangan murah.
"Pasar pangan murah ini akan kita laksanakan di dalam kota. Semoga sebelum Nataru sudah bisa digelar, sehingga Nataru ketersediaan pangan kota tetap stabil, " harapnya. (DEVIANA/H)









