BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab) menyambut baik inisiatif penanaman pohon serentak yang bertujuan untuk mengurangi potensi bencana alam serta mendukung pelestarian lingkungan di daerah tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam menjaga alam dan memulihkan lahan kritis.
"Penanaman pohon serentak memiliki berbagai tujuan penting, mulai dari mendukung ketahanan pangan hingga mengurangi risiko bencana alam. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya besar untuk menjaga alam dan memulihkan lahan kritis," ujar Camat Mentaya Hulu, Edison, di Sampit, Jumat, 5 Desember 2025.
Penanaman pohon serentak ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Sedunia yang diprakarsai oleh Balai Pemantapan Hak dan Pemberdayaan Masyarakat Hutan (BPHP) Mentaya Hulu dan Seruyan Tengah pada Kamis, (4 Desember 2025).
Di Kecamatan Mentaya Hulu, kegiatan seremonial dilakukan di Mini Garden PKK yang berlokasi di depan kantor Camat, dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, anggota Dewan Adat Dayak, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, serta para lurah dan kepala desa.
Menurut Edison, tujuan utama penanaman pohon adalah untuk rehabilitasi hutan dan lahan yang telah terdegradasi.
"Kegiatan tersebut bertujuan untuk merehabilitasi hutan dan lahan secara besar-besaran, dengan target secara nasional memulihkan 12,7 juta hektare hutan dan lahan yang terdegradasi," jelasnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, penanaman pohon memiliki peran penting dalam mitigasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Pohon membantu meningkatkan daya serap air tanah dan mengurangi erosi.
Selain itu, pohon juga berperan menjaga keseimbangan ekosistem dan memberikan manfaat lingkungan yang luas. Di antaranya adalah penyerapan karbon dioksida, penghasil oksigen, konservasi air melalui akar yang menjaga kualitas tanah, serta menyediakan habitat keanekaragaman hayati yang meliputi berbagai flora dan fauna.
Penanaman pohon juga berdampak positif terhadap peningkatan kualitas udara dengan mengurangi polusi. Lebih dari itu, kegiatan ini mendukung program ketahanan pangan, energi, dan air melalui penanaman jenis tanaman yang sesuai, seperti sukun, aren, nyamplung, dan berbagai buah-buahan.
"Jenis tanaman yang dipilih adalah yang mendukung ketahanan pangan, energi, dan air, seperti sukun, aren, nyamplung, dan berbagai jenis buah-buahan, disesuaikan dengan kondisi setempat," tutup Edison.
Melalui penanaman pohon serentak ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meminimalkan risiko bencana alam yang berdampak pada masyarakat setempat. (DEVIANA/H)









