BORNEONEWS, Palangka Raya – Peluncuran sekaligus pemotongan pita ekspor perdana produk unggulan Pelaku Usaha Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Palangka Raya menjadi tonggak sejarah kemajuan ekonomi daerah. Usaha lokal di daerah tersebut sukses mengekspor produk berbahan lokal seperti tas dan kerajinan tangan lainnya.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini yang hadir dalam acara itu mengatakan, momentum itu menandai langkah besar sektor usaha lokal dalam memasuki pasar global.

Menurut Achmad Zaini, ekspor bukan hanya aktivitas perdagangan lintas negara semata, melainkan strategi nyata untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan pendapatan daerah, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Palangka Raya secara menyeluruh.

"Pemerintah Kota Palangka Raya memiliki komitmen kuat untuk mendorong penguatan sektor IKM dan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Di tengah tantangan global dan dinamika ekonomi yang terus berubah, pihaknya menyadari bahwa IKM dan UMKM perlu didorong untuk naik kelas, menjadi lebih berdaya saing, adaptif terhadap standar internasional, serta mampu bersaing di kancah dunia," katanya, saat kata sambutan di Klinik Eskpor Palangka Raya, Selasa, 23 Desember 2025.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku usaha yang berhasil menembus pasar internasional. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa produk IKM dan UMKM Palangka Raya memiliki kualitas baik, keunikan tersendiri, berbasis kearifan lokal, serta mampu bersaing di pasar global.

Keberhasilan ekspor perdana ini katanya tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan peningkatan kualitas produk, pengemasan, sertifikasi, konsistensi produksi, serta komitmen kuat dari para pelaku usaha untuk terus belajar dan berinovasi. Pencapaian ini patut menjadi kebanggaan bersama seluruh masyarakat Palangka Raya.

Selain kepada pelaku usaha, apresiasi juga disampaikan kepada Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, serta seluruh pihak terkait yang telah bekerja keras, berkolaborasi, dan memberikan pendampingan. 

"Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra strategis disebut sebagai kunci utama dalam membangun ekosistem IKM dan UMKM yang kuat dan berkelanjutan," tambahnya.

Secara khusus, penghargaan diberikan kepada para buyer dan eksportir, yaitu Harirunisa dan Sidik yang telah berjuang membuka akses dan mempercayakan produk IKM-UMKM Palangka Raya untuk memasuki pangsa pasar internasional. 

"Upaya mereka tidak hanya memberikan peluang ekonomi, tetapi juga mengharumkan nama Kota Palangka Raya di tingkat global," tuturnya.

Ke depan, pihaknya akan terus mendorong peningkatan kapasitas IKM dan UMKM melalui pembinaan, fasilitasi permodalan, peningkatan kualitas SDM, digitalisasi pemasaran, serta perluasan jejaring pasar. 

Dengan filosofi Budaya Huma Betang dan Semangat Isen Mulang, Kota Palangka Raya diharapkan mampu menjadi salah satu pusat ekspor produk unggulan IKM dan UMKM di Indonesia, yang dikenal, diminati, dan dihargai di pasar global.

"Maju Terus, Pantang Mundur dan Tidak Kenal Menyerah, mari kita bangun Kota Palangka Raya untuk mewujudkan Kota Yang Semakin KEREN (Kolaboratif, Ekonomi Maju, Religius, Enerjik dan Nyaman)," pungkasnya. (MARINI)