BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) memperkuat langkah pencegahan penyebaran paham radikalisme, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), upaya edukasi akan lebih diintensifkan dengan menyasar langsung sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya potensi penyebaran paham radikal melalui ruang digital yang kini semakin mudah diakses oleh pelajar.
Kepala Kesbangpol Kotim Rihel menegaskan, penguatan wawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta nilai bela negara menjadi fondasi utama dalam membentengi generasi muda dari pengaruh ideologi menyimpang.
“Penanaman rasa cinta terhadap negara harus dimulai sejak dini. Nilai-nilai kebangsaan yang kuat akan menjadi benteng utama dalam menangkal paham radikalisme,” ujar Rihel, Selasa, 30 Desember 2025.
Sebagai tindak lanjut, Kesbangpol Kotim akan melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya radikalisme dan dampak negatifnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif di dunia maya.
Rihel menyebutkan, perkembangan teknologi informasi memang memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga membuka ruang bagi masuknya paham-paham ekstrem yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban, bahkan berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi daerah.
“Kemudahan akses informasi saat ini harus diimbangi dengan kemampuan menyaring konten. Jika tidak diantisipasi, radikalisme bisa berkembang dan merusak sendi-sendi kehidupan,” katanya.
Ia mengakui bahwa pengawasan terhadap aktivitas digital generasi muda tidak dapat dilakukan secara menyeluruh. Oleh sebab itu, pendekatan preventif melalui edukasi dan sosialisasi dinilai sebagai langkah paling efektif, sekaligus menjadi bagian dari upaya deteksi dini.
“Kami tidak mungkin memantau aktivitas anak-anak secara penuh. Maka dari itu, pencegahan melalui edukasi menjadi prioritas agar mereka memiliki pemahaman yang benar,” tambahnya.
Selain peran pemerintah, Rihel juga mengajak orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga lingkungan tetap kondusif. Sinergi semua pihak dinilai penting dalam mengawasi serta membimbing generasi muda agar tidak terjerumus pada paham radikal.
“Pengawasan orang tua tentu terbatas. Karena itu, kepedulian lingkungan sekitar sangat dibutuhkan,” ucapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar proaktif melaporkan jika menemukan indikasi aktivitas mencurigakan yang mengarah pada radikalisme. Kesbangpol, lanjut Rihel, menjamin kerahasiaan identitas pelapor.
“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Jangan ragu melapor jika menemukan hal yang mencurigakan, identitas pelapor akan kami lindungi,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









