BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) melaksanakan peningkatan dan pemeliharaan 209 ruas jalan dan jembatan sepanjang tahun 2025. Total anggaran yang digelontorkan untuk program tersebut mencapai Rp96,896 miliar.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan meskipun anggaran tahun 2025 mengalami efisiensi yang cukup signifikan, pihaknya tetap mampu melaksanakan ratusan paket kegiatan yang berdampak pada peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan di Kotim.
"Di Bidang Bina Marga bertanggung jawab pada jalan dan jembatan. Walaupun anggaran 2025 terkena efisiensi, ada 209 paket kegiatan yang berhasil kita laksanakan dan mampu meningkatkan kondisi jalan di Kotim," ujar Mentana, Jumat, 23 Januari 2026.
Berdasarkan data capaian, total panjang jaringan jalan Kabupaten Kotim pada 2024 dan 2025 tetap sebesar 2.024,06 kilometer. Namun, pada 2025 terjadi peningkatan kualitas jalan, khususnya pada ruas beraspal dan perkerasan beton.
Panjang jalan beraspal meningkat dari 592,67 km menjadi 612,67 km. Kondisi jalan beraspal dengan kategori baik juga bertambah dari 412,83 km menjadi 442,83 km, sementara kondisi rusak berat mengalami penurunan meski masih terdapat sejumlah ruas yang memerlukan penanganan lanjutan.
Selain itu, jalan dengan perkerasan beton menunjukkan perbaikan, ditandai dengan meningkatnya panjang jalan kondisi baik menjadi 191,26 km serta menurunnya ruas jalan beton yang rusak berat. Sementara itu, panjang jalan agregat atau tanah menurun dari 1.043,67 km menjadi 1.018,67 km, seiring berkurangnya ruas jalan dengan kondisi rusak dan rusak berat.
"Secara keseluruhan, capaian 2025 menunjukkan adanya peningkatan kualitas jaringan jalan sebagai hasil dari kegiatan peningkatan dan pemeliharaan yang dilaksanakan," tambahnya.
Di sektor jembatan, jumlah jembatan yang dikelola Pemkab Kotim pada 2024 hingga 2025 tetap sebanyak 232 unit dengan total panjang 4.834 meter. Namun terjadi pergeseran jenis konstruksi menuju struktur yang lebih permanen.
Jumlah jembatan kayu menurun dari 150 unit menjadi 148 unit, sedangkan jembatan beton meningkat dari 69 unit menjadi 70 unit, dan jembatan baja bertambah dari 13 unit menjadi 14 unit. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan daya tahan infrastruktur jembatan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga SDABMBKPRKP Kotim Nur Aina, menyampaikan seluruh kegiatan Bina Marga tahun 2025 tersebar di 17 kecamatan di Kotim.
"Total kegiatan Bina Marga tahun 2025 ada 209 paket dengan anggaran Rp96,896 miliar. Evaluasi tahun ini memang cukup berat, bahkan ada satu kegiatan yang pelaksanaannya melewati akhir tahun dan harus dilakukan perpanjangan," kata Nur Aina.
Meski demikian, ia bersyukur seluruh kegiatan dapat diselesaikan dan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan program di tahun berikutnya.
"Alhamdulillah semuanya bisa terlewati. Ini menjadi evaluasi bagi kami agar pelaksanaan di tahun 2026 bisa lebih baik lagi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









