BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan desain konstruksi serta kebutuhan anggaran pembangunan ulang Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono akan ditentukan melalui penyusunan Feasibility Study (FS) yang direncanakan dilaksanakan pada tahun ini.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Penataan Ruang serta Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Nur Aina, menjelaskan bahwa FS menjadi dasar utama untuk mengetahui konsep konstruksi jembatan secara menyeluruh.
“FS akan dilakukan tahun ini. Dari FS itu nanti akan diperjelas bagaimana konstruksinya. Setelah hasil FS keluar, baru kita bisa merencanakan penyusunan Detail Engineering Design (DED),” ujar Nur Aina, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menyebutkan, melalui DED tersebut pemerintah daerah akan mendapatkan gambaran detail teknis jembatan, sekaligus perhitungan kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk pembangunan fisik.
“Dari DED kita akan tahu secara rinci seperti apa jembatan yang akan dibangun dan berapa dana yang dibutuhkan. Perencanaan pembangunannya ditargetkan pada tahun 2027,” tambahnya.
Nur Aina menambahkan, pada tahap FS tahun ini terdapat dua jembatan yang menjadi fokus kajian, yakni Jembatan Mentawa 1 atau yang dikenal sebagai Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, serta Jembatan Mentawa 2 yang berada di Jalan Iskandar.
Meski demikian, realisasi pembangunan fisik jembatan pada 2027 tetap akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah.
“Untuk pelaksanaan pembangunan nanti menyesuaikan dengan kemampuan dan ketersediaan anggaran,” pungkasnya.
Sementara itu, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta untuk pemeliharaan Jembatan Sei Mentawa 1 atau Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit. Anggaran tersebut disiapkan untuk perbaikan sementara lantai jembatan dengan mengganti pelat besi dan kayu ulin, agar jembatan tetap aman dilalui sembari menunggu rencana pembangunan permanen yang akan didahului studi kelayakan (Feasibility Study/FS). (DEWI PATMALASARI/H)









