SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) berharap kegiatan bazar dan bulan promosi yang digagas para pengurus pasar mampu meningkatkan jumlah pengunjung Pasar PPM Sampit, yang dalam beberapa tahun terakhir dikeluhkan sepi.

"Ini merupakan inovasi yang sangat baik dalam rangka mendongkrak minat masyarakat agar kembali berbelanja ke Pasar PPM," kata Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kotim, Rafiq Riswandi saat membuka bazar dan bulan promosi Pasar PPM Sampit, Minggu, 15 Februari 2026.

Rafiq menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan pedagang Pasar PPM yang berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, langkah ini menunjukkan keberanian pedagang untuk menata ulang sistem perdagangan, khususnya di sektor konveksi, dengan menerapkan konsep harga pas tanpa tawar-menawar.

Ia menjelaskan, budaya tawar-menawar memang telah lama melekat di pasar tradisional dan menjadi bagian dari interaksi sosial. Namun, seiring perubahan zaman, pola belanja masyarakat kini lebih mengutamakan kepastian harga, kecepatan transaksi, dan kenyamanan.

"Kita berada di era digital. Persaingan tidak hanya antar pedagang di pasar, tetapi juga dengan perdagangan online yang sangat cepat dan luas jangkauannya. Jika tidak beradaptasi, kita akan tertinggal. Sebaliknya, jika siap berubah, kita bisa bangkit dan bersaing," ujarnya.

Momentum bazar dan bulan promosi tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun kembali daya tarik Pasar PPM. Ia mendorong pedagang menerapkan harga pas secara konsisten, menata barang dengan rapi, menjaga kualitas produk, serta memberikan pelayanan terbaik kepada pembeli.

Rafiq juga menyoroti masih adanya sejumlah los kosong di Pasar PPM. Ke depan, ruang tersebut dinilai bisa dimanfaatkan secara kreatif, seperti dijadikan studio foto produk atau lokasi siaran langsung untuk promosi digital. Dengan memanfaatkan media sosial, jangkauan pemasaran pedagang diharapkan semakin luas.

"Pemerintah daerah mendukung penguatan perdagangan digital dan peningkatan kapasitas pedagang, agar keunggulan pasar tradisional bisa dipadukan dengan teknologi modern," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Pasar PPM Sampit, Wisnu, mengatakan kegiatan bazar dan bulan promosi merupakan inisiatif murni para pedagang. Hal ini dilakukan karena menunggu program dari pemerintah daerah dinilai terdapat kendala.

"Kegiatan ini kami khususkan untuk pedagang Pasar PPM, terutama pedagang pakaian di lantai dua dan pedagang barang pecah belah," katanya.

Wisnu mengungkapkan, kondisi pedagang di lantai dua saat ini cukup memprihatinkan akibat minimnya pengunjung, bahkan banyak kios yang terpaksa tutup.

Melalui bazar dan bulan promosi tersebut, pihaknya berharap dapat memotivasi pedagang sekaligus menarik kembali minat masyarakat untuk berbelanja di Pasar PPM Sampit.

"Harapan kami, dengan kegiatan ini Pasar PPM bisa kembali ramai dan menjadi pusat perdagangan yang berdaya saing," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)