SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung peningkatan literasi keuangan bagi mahasiswa melalui kegiatan Literasi Keuangan Program GENCARKAN atau Gerakan Nasional Cerdas Keuangan.

"Kami menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan dunia pendidikan," kata Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim, Kaspulzen Heriyanto.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui sinergi antara Pemkab Kotim, PT Pegadaian Cabang Sampit, dan Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Tengah di Universitas Darwan Ali.

Program GENCARKAN sendiri merupakan langkah strategis nasional yang diinisiasi OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara masif dan berkelanjutan.

Menurut Kaspulzen, program tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi keuangan, tetapi juga bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas, bijak, dan produktif dalam mengelola keuangan.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan dunia pendidikan sangat penting untuk mendukung target inklusi keuangan nasional sekaligus memperkuat program kerja TPAKD Kotim.

Berdasarkan data tahun 2026, tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai lebih dari 92 persen, sementara tingkat literasi keuangan berada di atas 66 persen. Meski demikian, edukasi kepada masyarakat tetap perlu diperkuat, terutama bagi generasi muda, pelaku UMKM, perempuan, hingga kelompok produktif lainnya.

"Pemkab Kotim melalui TPAKD terus berkomitmen mendorong perluasan akses keuangan yang aman, mudah, dan terjangkau," ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan pemahaman kepada mahasiswa agar lebih bijak mengelola keuangan, memahami produk jasa keuangan, serta terhindar dari risiko investasi maupun layanan keuangan ilegal.

Selain itu, Pemkab Kotim juga mengapresiasi kontribusi PT Pegadaian yang bersinergi bersama OJK Kalteng dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi contoh nyata dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Roadmap TPAKD 2026-2030, pemerintah daerah berharap semakin banyak program terpadu yang dapat dijalankan, termasuk penguatan akses pembiayaan UMKM, digitalisasi keuangan, edukasi di lingkungan pendidikan, hingga pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah.

Sementara itu, Pimpinan PT Pegadaian Cabang Sampit, Alfuad mengatakan, Pegadaian merupakan lembaga keuangan non-bank yang terdaftar dan diawasi OJK.

Ia menyebutkan, program GENCARKAN menyasar berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, petani, nelayan, penyandang disabilitas hingga tokoh masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut rapat koordinasi TPAKD Kotim bersama OJK beberapa waktu lalu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

"Harapannya kegiatan yang dilaksanakan dapat membantu pertumbuhan ekonomi Kota Sampit dan Kabupaten Kotawaringin Timur serta memudahkan akses keuangan bagi masyarakat," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)