BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengalokasikan anggaran Rp15 miliar untuk pembangunan drainase di dua ruas jalan Kota Sampit, yakni Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut. Proyek ini menjadi bagian dari upaya mengatasi persoalan genangan air di perkotaan.
"Proyek drainase tahun ini ada di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut. Itu yang drainase utama ada dua itu. Kalau yang kecil-kecil di jalan-jalan lingkungan juga ada. Tapi yang di jalan utama itu ada dua," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menjelaskan, anggaran untuk pembangunan drainase di Jalan DI Panjaitan mencapai sekitar Rp7,35 miliar, sedangkan untuk Jalan Tjilik Riwut sebesar Rp7,65 miliar.
Untuk ruas Jalan DI Panjaitan, pekerjaan akan dilakukan mulai dari kawasan Jembatan Sei Mentawa hingga Jalan Pelita. Proyek tersebut diprioritaskan karena menjadi saluran utama pembuangan air menuju Sungai Mentawa.
Ia menegaskan, pembangunan drainase dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah. Karena itu, penanganan dimulai dari bagian muara agar sistem aliran air dapat berfungsi optimal.
"Drainase Jalan Pelita sempat dibahas, tetapi kita mulai pekerjaan dari drainase Jalan DI Panjaitan yang langsung menuju Sei Mentawa. Kalau Jalan Pelita lebih dulu ditangani, airnya akan keluar ke mana. Jadi kita kerjakan muaranya terlebih dahulu," ujarnya.
Sementara itu, proyek di Jalan Tjilik Riwut tidak hanya mencakup pembangunan drainase, tetapi juga perbaikan jalan dalam satu paket pekerjaan.
"Bukan cuma drainasenya saja. Khususnya di Jalan Tjilik Riwut, drainase dan jalannya satu paket. Jadi drainasenya kita perbaiki, kemudian jalannya juga kita perbaiki," tambahnya.
Ia menuturkan, panjang ruas Jalan Tjilik Riwut yang membutuhkan penanganan drainase cukup signifikan. Namun pada tahap awal, pengerjaan difokuskan sekitar 600 meter dari kawasan Wengga Metropolitan ke arah kota di salah satu sisi jalan.
"Nanti akan dilakukan bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia," katanya.
Pemkab Kotim berharap pembangunan drainase di dua ruas jalan tersebut dapat mengurangi risiko genangan saat musim hujan, memperlancar aliran air, serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan lalu lintas di Kota Sampit. (DEWI PATMALASARI/H)









