BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menyambut positif rencana pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan (Brigdalkarhutla) serta survei pendirian Kantor Daerah Operasi (Daops) Pengendalian Lingkungan Hidup di wilayah setempat.
"Pertemuan ini membahas rencana pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan (Brigdalkarhutla) serta survei pembentukan kantor Daops Pengendalian Lingkungan Hidup di Kotim," kata Wakil Bupati Kotim, Irawati, Sabtu, 6 Juni 2026.
Hal tersebut disampaikannya usai menerima audiensi dari Kementerian Lingkungan Hidup yang diwakili delegasi Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu.
Menurut Irawati, rencana pembentukan Brigdalkarhutla dan kantor Daops menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selama ini menjadi salah satu tantangan di Kotim.
Ia menilai kehadiran unit khusus tersebut akan mendukung peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam pengawasan lingkungan serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi merusak lingkungan hidup.
"Saya menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Irawati berharap kolaborasi yang dibangun melalui rencana tersebut dapat memperkuat sistem pengawasan lingkungan sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan kasus-kasus lingkungan hidup di daerah.
"Semoga kolaborasi yang terjalin dapat semakin memperkuat pengawasan, penegakan hukum, dan perlindungan lingkungan hidup di Kabupaten Kotawaringin Timur," tambahnya.
Lebih lanjut, seluruh hasil audiensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup tersebut akan disampaikan kepada Bupati Kotim sebagai bahan pertimbangan untuk tindak lanjut dan koordinasi lintas sektor.
"Seluruh hasil audiensi ini akan saya sampaikan kepada Bupati sebagai bahan tindak lanjut dan koordinasi ke depan demi kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan di daerah kita," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









