BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan lahan sebagai langkah awal pengusulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Untuk pengusulan SNT luas lahan yang diminta itu 20 hektare, jadi sekitar itulah yang kami siapkan. Lokasinya di kawasan Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang," kata Kepala Disdik Kotim Yolanda Lonita Fenisia di Sampit, Senin.
SNT adalah model kawasan pendidikan modern yang disiapkan pemerintah untuk pemerataan mutu pendidikan nasional. SNT menyediakan jenjang pendidikan dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam satu sistem tata kelola dan pembelajaran yang berkelanjutan.
Meski memiliki konsep yang mirip, SNT ini berbeda dengan Sekolah Rakyat (SR). Perbedaan tersebut mulai dari kementerian yang menaunginya sampai dengan sasaran peserta didik dan ketentuan teknis lainnya.
SNT merupakan program dari Kemendikdasmen, sedangkan SR merupakan program dari Kementerian Sosial (Kemensos).
SR diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin (desil 1 dan 2), sedangkan SNT ditujukan bagi anak-anak berprestasi dari seluruh kelompok masyarakat secara inklusif, tanpa membedakan latar belakang sosial ekonomi.
“SNT di dalamnya ada SD, SMP sampai SMA, memang hampir mirip SR, tapi yang membedakan itu sasarannya. Kalau SR itu kan desil 1 dan desil 2, kalau SNT itu terbuka bagi peserta didik dari keluarga desil menengah dan kelompok rentan,” katanya.
Terkait pemilihan lokasi di kawasan Jalan Sawit Raya yang diusulkan untuk pembangunan SNT tersebut didasarkan pada pertimbangan matang mengenai kepadatan penduduk dan keterbatasan fasilitas pendidikan tingkat menengah.
Saat ini, wilayah tersebut hanya memiliki satu sekolah menengah pertama, yaitu SMP Negeri 8, yang harus menampung lulusan dari beberapa sekolah dasar di sekitarnya.
Pemerintah daerah memperhitungkan radius ideal pembangunan sekolah baru ini berkisar antara delapan hingga sepuluh kilometer dari kawasan pemukiman warga. Kehadiran SNT diharapkan memecah konsentrasi kepadatan siswa dan memberikan akses pendidikan yang lebih merata di wilayah tersebut.
Proses pengusulan program strategis dari pemerintah pusat ini masih terus berjalan dan Disdik Kotim sedang menantikan arahan serta informasi lebih lanjut. Kepastian mengenai waktu pelaksanaan pembangunan fisik masih bergantung pada keputusan dari kementerian terkait.
Ia mengungkapkan Direktorat SMA Kemendikdasmen juga telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) lapangan beberapa minggu lalu.
ANTARA









