SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Polres Kotawaringin Timur (Kotim) berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat untuk menggelar Bazar UMKM Mahaga Mentaya Hari Bhayangkara sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.

Kegiatan yang berlangsung di Swalayan UMKM Sampit pada 10-13 Juni 2026 tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk sekaligus meningkatkan penjualan.

"Bazar UMKM kali ini mengusung tema Bazar UMKM Mahaga Mentaya Hari Bhayangkara. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT Bhayangkara ke-80. Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Rabu, 10 Juni 2026.

Kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan membuat seluruh pihak perlu memperkuat sektor ekonomi lokal. UMKM dinilai sebagai fondasi utama perekonomian yang terbukti mampu bertahan dalam berbagai situasi, termasuk saat pandemi dan ketidakpastian ekonomi dunia.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang yang lebih luas kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya, meningkatkan omzet usaha, serta memperluas jaringan pemasaran," ujarnya.

Ia menegaskan, di usia ke-80 tahun, Polri ingin terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam mendukung kesejahteraan warga melalui penguatan ekonomi kerakyatan.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah daerah, panitia pelaksana hingga para pelaku UMKM yang berpartisipasi.

"Kami berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat semakin kuat. Ekonomi kreatif masyarakat bisa berkembang dan naik kelas, serta masyarakat merasakan manfaat nyata dari kehadiran Polri," tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kotim Muslih menyampaikan bahwa bazar tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan keberadaan Swalayan UMKM Sampit kepada masyarakat luas.

"Harapan kami dengan adanya bazar ini masyarakat semakin mengenal Swalayan UMKM sebagai tempat pemasaran produk-produk lokal Kotim," kata Muslih.

Ia menjelaskan, kolaborasi ini berawal dari komunikasi antara DKUPP dan Polres Kotim terkait agenda peringatan Hari Bhayangkara. Dari pembahasan tersebut muncul gagasan untuk menggabungkan kegiatan pasar rakyat dengan bazar UMKM.

"Kami sempat berdiskusi dengan Kapolres yang saat itu berencana mengadakan pasar rakyat dalam rangka Hari Bhayangkara. Kemudian kami mengajak untuk berkolaborasi dalam kegiatan bazar UMKM ini dan mendapat respons yang sangat baik," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)