BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) berkomitmen untuk terus meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan di Bandara H Asan Sampit seiring mulai beroperasinya pesawat Airbus A320 milik Super Air Jet di daerah tersebut.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pemerintah daerah saat ini terus menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang disampaikan otoritas penerbangan guna mendukung operasional penerbangan yang aman dan nyaman.
Salah satu perhatiannya adalah penyelesaian hambatan penerbangan (obstacle) berupa pohon-pohon yang berada di sekitar kawasan bandara dan berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
"Khusus untuk obstakel ini sebenarnya sudah kita anggarkan semua. Cuma ada yang tidak mau ditebang sebelum dibayar, ini masih proses pembayaran. Tapi insyaallah nanti kita bakal akan selesaikan itu," kata Halikinnor, Sabtu, 13 Juni 2026.
Selain itu, Pemkab Kotim juga akan menindaklanjuti masukan terkait akses jalan di ujung bandara yang saat ini masih dibuka tutup menggunakan portal. Ke depan, kawasan tersebut direncanakan akan ditutup menggunakan pagar dengan standar keamanan yang lebih baik.
"Termasuk tadi di ujung bandara ada jalan portal, itu kemarin ada saran dari Kementerian Perhubungan juga. Rencananya nanti itu akan ditutup pagar tinggi," ujarnya.
Menurut Halikinnor, peningkatan keselamatan penerbangan menjadi prioritas, terlebih setelah Bandara H Asan Sampit mulai melayani pesawat berbadan sedang seperti Airbus A320. Karena itu, koordinasi dengan Kementerian Perhubungan akan terus dilakukan untuk mendukung pengembangan fasilitas bandara.
"Nanti kita koordinasi juga dengan kementerian supaya untuk safetynya ini memang betul-betul kita upayakan lebih maksimal, karena baik lebar maupun panjangnya akan kita tambah. Termasuk tebal PCN-nya. Itu nanti kita tingkatkan bersama kementerian," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan Ferdinan Nurdin mengingatkan masih terdapat sejumlah aspek keselamatan yang perlu mendapat perhatian di Bandara H Asan Sampit.
"Jadi, saya berharap dengan sekarang karena sudah ada maskapai besar, mulai diterbangi oleh pesawat jet, tolonglah dari sisi safety itu harus harus compliance. Karena kita yang namanya accident yang kita tidak berharap, dia tidak mengenal waktu dan tidak mengenal tempat," kata Ferdinan.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun pengelola bandara, terus memperkuat standar keamanan dan keselamatan operasional penerbangan di Bandara H Asan Sampit.
Ferdinan juga memberikan apresiasi atas respons cepat Pemkab Kotim dalam menangani persoalan obstacle yang sebelumnya menjadi perhatian regulator penerbangan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan jajaran. Kemarin kami rapat terkait penebangan pohon yang menjadi obstacle dan sudah ditindaklanjuti. Kalau masih ada yang tersisa, mohon terus diantisipasi karena ini penting untuk keselamatan penerbangan," tambahnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









