SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait rencana perpanjangan dan peningkatan kapasitas landasan pacu (runway) Bandara H Asan Sampit.

"Untuk perpanjangan runway, memang saat ini runway yang ada ini adalah 2.060 meter. Kita minta kemarin kesepakatan dari Kementerian, karena kita tahu semua saat ini sedang efisiensi anggaran. Sehingga kemarin disepakati untuk perpanjangan dan penebalan runway Bandara H Asan Sampit itu tanggung jawab kementerian," kata Bupati Kotim Halikinnor, Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurutnya, selain peningkatan runway, pemerintah daerah juga berkomitmen mendukung pengembangan fasilitas penunjang lainnya di kawasan bandara. Salah satunya pembangunan gedung dan pemindahan gedung PKP-PK untuk memperluas apron.

"Maka kita Pemerintah Daerah saya jamin 2027 itu terbangun. Saya meminta dukungan DPRD Kotim. Jadi apa yang disampaikan Pak Otban ini menjadi catatan bagi kami," ujarnya.

Halikinnor menegaskan, koordinasi dengan Kementerian Perhubungan akan terus dilakukan agar aspek keselamatan penerbangan di Bandara H Asan Sampit semakin meningkat.

"Nanti kita koordinasi juga dengan kementerian supaya ini untuk safetynya memang betul-betul kita upayakan lebih maksimal, karena baik lebar maupun panjangnya akan kita tambah. Termasuk tebal PCN-nya. Itu nanti kita tingkatkan bersama kementerian," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan Ferdinan Nurdin mendorong agar panjang runway Bandara H Asan Sampit ditingkatkan menjadi minimal 2.250 meter untuk mendukung operasional Airbus A320 secara optimal.

"Dari sisi safety dan security yang memang menjadi perhatian kami sebagai regulator, saya titip kepada Bupati dan Forkopimda, kalau bisa runway diperpanjang. Minimal 2.250 meter itu sudah ideal untuk Airbus A320," kata Ferdinan saat menghadiri penyambutan penerbangan perdana Super Air Jet di Bandara H Asan Sampit, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia menjelaskan, Airbus A320 memiliki kebutuhan landasan yang berbeda dibanding pesawat Boeing 737-500 yang selama ini melayani penerbangan ke Sampit. Dengan runway yang lebih panjang, proses lepas landas dan pendaratan akan lebih aman serta efisien.

"Kalau panjang runway hanya 2.060 meter, pesawat Airbus ini agak terasa saat landing dan boros bahan bakar. Agar kru dan penumpang merasa nyaman, idealnya runway diperpanjang menjadi 2.250 meter dan lebar 45 meter," ujarnya. (DEWI PATMALASARI/y)