SAMPIT –

BORNEONEWS, Bandung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam upaya memperkuat pengembangan potensi daerah serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

"Kolaborasi adalah kunci utama dalam membangun daerah, karena tidak ada satu pun daerah yang bisa maju secara parsial," kata Bupati Kotim Halikinnor, Selasa, 16 Juni 2026.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kantor Wali Kota Bandung.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain. Sementara dari pihak Pemkab Kotim, Halikinnor hadir didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Umar Kaderi serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Menurut Halikinnor, kerja sama ini mempertemukan dua wilayah dengan keunggulan yang saling melengkapi. Kota Bandung dikenal sebagai pusat inovasi, pengembangan smart city, industri kreatif, dan pariwisata. Sementara Kotim memiliki potensi besar di sektor sumber daya alam, pertanian, dan perkebunan.

Melalui kesepakatan tersebut, Pemkab Kotim berencana mengadopsi sejumlah praktik terbaik tata kelola pemerintahan yang telah diterapkan Kota Bandung.

Salah satu program yang akan direplikasi adalah penerapan sistem E-SAKIP yang selama ini menjadi salah satu keunggulan Kota Bandung dalam pengelolaan akuntabilitas kinerja pemerintahan. Langkah itu diharapkan dapat membantu Kotim meningkatkan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) hingga mencapai predikat A.

Kerja sama tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga langsung diwujudkan melalui sejumlah perjanjian operasional yang akan dijalankan pada tahap awal.

Beberapa bidang yang menjadi fokus kerja sama meliputi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), penyusunan dokumen perencanaan pembangunan dan riset, replikasi inovasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan kapasitas guru sekolah inklusif, serta peningkatan kompetensi aparatur di sektor penanaman modal.

Pemkab Kotim berharap sinergi yang terjalin dengan Pemkot Bandung dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah, sekaligus mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Selain memperkuat hubungan antarpemerintah daerah, kerja sama ini juga diharapkan mampu membuka peluang baru dalam pengembangan ekonomi, pendidikan, inovasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Semoga hubungan yang erat ini dapat berjalan lancar, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah," pungkas Halikinnor. (DEWI PATMALASARI/y)