BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mengintensifkan upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani, khususnya petani kelapa sawit, guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotawaringin Timur, Yephi Hartady Periyanto, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas produksi, tetapi juga fokus pada peningkatan kapasitas dan kompetensi para pelaku utama di sektor tersebut.
“Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah bahwa pembangunan perkebunan kelapa sawit tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia sebagai pelaku utama pembangunan perkebunan,” ujarnya, Senin, 22 Juni 2026.
Sebagai salah satu wujud dukungan nyata, Pemkab Kotawaringin Timur menggelar pelatihan pengembangan SDM perkebunan bagi petani kelapa sawit. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Palangka Raya pada Jumat (19 Juni 2026).
Ia memberikan apresiasi kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Yogyakarta dan semua pihak yang berkontribusi dalam terselenggaranya pelatihan ini.
“Pelatihan ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 tahun 2025 tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penelitian dan pengembangan, Peremajaan serta Saran dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit,” jelasnya.
Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa dana perkebunan kelapa sawit dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas SDM perkebunan melalui pendidikan, pelatihan, penyuluhan, sertifikasi kompetensi, dan pendampingan kepada pekebun.
Sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Kalimantan Tengah, Kotawaringin Timur memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.
“Oleh karena itu peningkatan kapasitas petani dan seluruh pemangku kepentingan sektor perkebunan menjadi kebutuhan yang sangat penting agar usaha perkebunan rakyat semakin produktif, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 237 peserta yang terbagi dalam 149 peserta pelatihan teknis budidaya kelapa sawit dan 88 peserta pelatihan panen serta pasca panen kelapa sawit.
Para peserta berasal dari berbagai unsur strategis dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit di daerah ini, antara lain kelompok tani, gabungan kelompok tani kelapa sawit, pengurus dan anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), ASN Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bidang perkebunan, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang didukung dalam sinergi dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Kementerian Pertanian.
Komposisi peserta yang beragam ini menegaskan bahwa pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan memerlukan kolaborasi erat antara petani, kelembagaan petani, penyuluh, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat.
“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan membangun perkebunan yang berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat,” pungkas Yephi Hartady Periyanto. (DEVIANA/H)









