BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Sinergi antara pemerintah, regulator, dan perguruan tinggi dinilai menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang melek investasi.
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Kotawaringin Timur yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, saat menghadiri kegiatan Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah di Universitas Darwan Ali.
Rafiq mengatakan, kolaborasi antara OJK, BEI, dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus membangun budaya investasi yang sehat di tengah masyarakat.
"Sinergi antara OJK, BEI, dan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam membangun budaya investasi yang sehat dan menciptakan generasi muda yang berdaya saing," ujarnya dalam rilis OJK Kalteng pada Jumat, 26 Juni 2026.
Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi penerus perlu dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan investasi sejak dini agar mampu mengambil keputusan finansial secara tepat. Dengan pemahaman tersebut, mereka diharapkan tidak hanya menjadi investor yang cerdas, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menambahkan, peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis. Karena itu, pemerintah daerah menyambut baik berbagai program edukasi yang mempertemukan dunia akademik dengan lembaga jasa keuangan.
"Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak generasi muda di Kabupaten Kotawaringin Timur yang memahami pentingnya investasi pada instrumen keuangan yang legal dan diawasi, sehingga mampu mendukung terciptanya ekosistem investasi yang sehat dan inklusif," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









