BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menilai kehadiran lembaga pendidikan swasta menjadi mitra strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperluas akses belajar bagi masyarakat.
"Pemkab Kotim menyambut baik kehadiran lembaga pendidikan swasta yang turut mengambil peran dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sinergi antara pemerintah, yayasan, dunia pendidikan, dan masyarakat merupakan kunci untuk mewujudkan generasi emas yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing," kata Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kotim Rafiq Riswandi, Rabu, 8 Juli 2026.
Hal itu ia sampaikan saat meresmikan gedung TK Baitul Ilmi dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi di lingkungan Masjid Barokah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Jalan Gunung Slamet, Sampit.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Baitul Ilmi yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.
"Atas nama Pemkab Kotim, saya mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Baitul Ilmi atas komitmen dan kerja kerasnya dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang semakin baik bagi masyarakat," ujarnya.
Peresmian gedung TK Baitul Ilmi tidak sekadar menandai berdirinya sebuah bangunan baru, tetapi menjadi wujud kepedulian terhadap masa depan generasi penerus. Sementara pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas yang berpijak pada nilai-nilai keagamaan.
Ia menegaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pembangunan sekolah bukan hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga menanamkan karakter, akhlak mulia, serta membentuk generasi yang cerdas, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Rafiq berharap pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi dapat berjalan sesuai target dan nantinya melahirkan generasi Qurani yang berprestasi serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
"Semoga pembangunan SD Swasta Baitul Ilmi berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan menjadi sekolah yang melahirkan generasi Qurani, berprestasi, serta mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur," tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kotim Dasuki mengatakan pembangunan sekolah dilakukan secara swadaya sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam meningkatkan layanan pendidikan.
Menurutnya, keberadaan SD swasta dibutuhkan karena kapasitas sekolah negeri masih terbatas sehingga tidak semua lulusan TK dapat tertampung.
"Sekarang ini terbatas jumlah siswa di SD itu 28 anak sesuai dapodik. Kadang-kadang dengan keterbatasan itu tidak dapat masuk ke sekolah negeri. kami membantu dengan kemandirian swadaya masyarakat yang ada di sini membangun SD," kata Dasuki.
Ia menargetkan pembangunan tiga ruang kelas dapat rampung dalam waktu sekitar empat bulan sehingga siap digunakan untuk proses belajar mengajar kelas I dan II.
Pembangunan tersebut sepenuhnya dibiayai melalui swadaya masyarakat dan bantuan yang tidak mengikat. Sehingga pengerjaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan dana.
Adapun pihaknya telah melakukan penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027. TK Baitul Ilmi telah menerima 16 peserta didik baru. Selain itu, terdapat tiga anak kelompok PAUD yang masih menunggu usia mencukupi untuk masuk SD. Adapun sembilan lulusan TK tahun ini melanjutkan pendidikan ke kelas I SD Baitul Ilmi.
Selain peresmian gedung TK dan peletakan batu pertama pembangunan SD, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pembukaan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran bertema Cinta Alam Indonesia yang diikuti peserta dari PC dan PAC LDII se-Kabupaten Kotim. (DEWI PATMALASARI/y)









