BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama sejumlah organisasi pemuda di wilayah setempat guna menguatkan gerakan organisasi peduli keluarga berencana.
Kepala DPPPAPPKB Kotim, Achmad Yusi, menyatakan apresiasi dan terima kasih kepada DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), serta Karang Taruna Kabupaten Kotawaringin Timur yang menunjukkan komitmennya bersinergi mendukung pembangunan keluarga berkualitas.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DPD KNPI, DPD AMPI, dan Karang Taruna Kabupaten Kotawaringin Timur yang telah menunjukkan komitmennya untuk bersinergi dengan DP3AP2KB dalam mendukung pembangunan keluarga yang berkualitas,” ujar Achmad Yusi, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurutnya, tantangan pembangunan keluarga saat ini semakin kompleks. Masih terdapat pasangan usia subur yang belum memperoleh informasi akurat tentang keluarga berencana (KB), berkembangnya misinformasi seputar alat dan metode kontrasepsi, serta perlunya peningkatan peran masyarakat, terutama generasi muda, dalam memberikan edukasi yang benar di lingkungan masing-masing.
“Oleh karena itu, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan. Pemuda memiliki energi, kreativitas, jejaring luas, serta kemampuan memanfaatkan media digital untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Achmad Yusi menegaskan bahwa melalui penandatanganan MoU ini, organisasi kepemudaan menjadi mitra pemerintah sekaligus bagian penting solusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, serta pembentukan keluarga berkualitas.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial. Setelah penandatanganan MoU, akan ada berbagai tindak lanjut yang dilaksanakan bersama, antara lain sosialisasi Program Bangga Kencana demi target generasi muda, edukasi KB dan kesehatan reproduksi yang tepat, kampanye edukasi kreatif melalui media sosial, pelibatan kader organisasi pemuda dalam penyuluhan dan pelayanan yang dilakukan DP3AP2KB, serta penguatan kolaborasi lintas sektor mendukung pembangunan keluarga berkualitas di Kotim,” paparnya.
Sementara Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kotim Yulia Kartika Sari mengungkapkan kerja sama tersebut salah satu langkah nyata DPPPAPPKB Kotim dalam memperkuat kolaborasi dengan organisasi kepemudaan guna meningkatkan partisipasi pemuda dalam mendukung Program Bangga Kencana.
"Ini juga inovasi mengenai keterlibatan pemuda dalam aksi nyata pembangunan keluarga berencana, " ujarnya.
Kerja sama strategis ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program KB dan kesehatan reproduksi melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat khususnya kalangan pemuda, dan sekaligus memperkuat partisipasi aktif semua pihak dalam pembangunan keluarga yang sehat dan sejahtera. (DEVIANA/y)









