SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Perumdam Tirta Mentaya terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di sejumlah desa. Selama empat hari terakhir, puluhan ribu liter air telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kesulitan memperoleh air layak konsumsi.

"Sudah mulai 4 hari. Cuma itu masih beberapa yang diarahkan oleh lurahan kemarin itu Ibu Irawati (Wakil Bupati Kotim) meninjau saat penyaluran air bersih di Desa Lampuyang," kata Kasi Hukum dan Humas Perumdam Tirta Mentaya Kotim, Natalis Daud, Jumat, 24 Juli 2026.

Ia menjelaskan, distribusi dilakukan setiap hari dengan kapasitas mencapai tiga mobil tangki atau sekitar 15.000 liter air bersih per hari, karena setiap armada mengangkut 5.000 liter air. Bantuan air bersih sejauh ini telah disalurkan ke Kelurahan Samuda Kecil, Desa Parebok, Desa Kuin Permai dan Desa Lampuyang.

Saat Wakil Bupati Kotim Irawati meninjau langsung pendistribusian di Desa Lampuyang, Perumdam Tirta Mentaya mengirimkan satu mobil tangki berisi 5.000 liter air bersih.

Selain distribusi air bersih yang sedang berjalan, Kecamatan Teluk Sampit juga telah mengajukan permohonan bantuan untuk enam desa yang terdampak kekeringan. Desa Parebok membutuhkan sekitar 30.000 liter air per minggu untuk melayani sekitar 200 kepala keluarga (KK).

Selanjutnya, Desa Basawang mengajukan kebutuhan 35.000 liter per minggu bagi sekitar 300 KK, sedangkan Desa Regei Lestari memerlukan sekitar 40.000 liter per minggu untuk 320 KK. Sementara itu, Desa Kuin Permai membutuhkan sekitar 45.000 liter per minggu bagi 300 KK.

Kebutuhan terbesar diajukan Desa Lampuyang, yakni sekitar 70.000 liter per minggu untuk melayani sekitar 975 KK. Adapun Desa Ujung Pandaran mengusulkan pasokan sekitar 20.000 liter air bersih per minggu untuk memenuhi kebutuhan sekitar 350 KK.

Natalis mengatakan penyaluran bantuan akan terus dilakukan sesuai permintaan dari pemerintah desa maupun kecamatan. Namun, ia mengakui Perumdam Tirta Mentaya masih menghadapi keterbatasan armada karena hanya satu mobil tangki yang digunakan khusus untuk distribusi bantuan air bersih.

Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen mendukung penanganan krisis air bersih hingga masa siaga kekeringan berakhir.

Ia menambahkan, target penyaluran bantuan dari BPBD Kotim berlangsung hingga Oktober 2026. Untuk itu, Perumdam masih menunggu dukungan dari pemerintah daerah untuk operasional armada.

"Jika ada armada lain yang mengambil untuk bantuan air ini kami siap menyediakan airnya," ujarnya.

Natalis memastikan ketersediaan air baku di Perumdam Tirta Mentaya tidak menjadi kendala. Saat ini kapasitas produksi mencapai 230 liter per detik, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus mendukung penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan. (DEWI PATMALASARI/y)