BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan Pawai Pembangunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tetap dilaksanakan pada tahun 2026.
Meski pemerintah tengah menerapkan efisiensi anggaran, peringatan kemerdekaan tetap digelar sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan.
Bupati Kotim Halikinnor menegaskan, efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi makna peringatan Hari Kemerdekaan RI yang diperingati setiap 17 Agustus.
"Kita tidak lama lagi akan memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026. Memang kita melakukan efisiensi, tetapi tidak menjadi alasan bahwa efisiensi membuat kita tidak memperingati. Pawai Pembangunan tetap dilaksanakan," kata Halikinnor, Jumat, 7 Agustus 2026.
Berbagai rangkaian kegiatan HUT RI telah disiapkan panitia. Peringatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan harta, tenaga hingga nyawa demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Berdasarkan pengumuman resmi Pemkab Kotim, Pawai Pembangunan akan dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Pawai tahun ini mengusung tema nasional Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur dengan subtema Merajut Keberagaman, Menggerakkan Ekonomi, Bersatu, Bangkit dan Sejahtera. Tema tersebut diharapkan mampu menggambarkan semangat persatuan sekaligus mendorong pembangunan dan kebangkitan ekonomi daerah.
Pendaftaran peserta dibuka mulai 6 hingga 21 Agustus 2026 pada jam kerja, yakni pukul 08.00-15.00 WIB. Pendaftaran dilakukan di Gedung E Bagian Administrasi Pembangunan, Sekretariat Daerah Kotim, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 1 Sampit.
Panitia menegaskan proses pendaftaran tidak dipungut biaya serta tidak akan menggelar technical meeting. Pendaftaran di luar jadwal yang telah ditentukan juga tidak akan dilayani.
Panitia membagi peserta dalam empat kategori yakni kendaraan hias, pejalan kaki, sepeda hias pelajar dan drum band.
Untuk kategori kendaraan hias, peserta berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, instansi vertikal, dunia usaha, organisasi, lembaga, komunitas hingga masyarakat umum.
Kendaraan yang diperbolehkan hanya menggunakan mobil pick-up, sedangkan penggunaan truk, tronton maupun longbed tidak diperkenankan.
Setiap peserta hanya boleh mengikutsertakan satu kendaraan hias tanpa rombongan pejalan kaki pendamping dan wajib mengikuti penilaian hingga garis akhir.
Sementara kategori pejalan kaki dibatasi maksimal 30 orang setiap regu. Pesertanya berasal dari OPD, kecamatan, instansi vertikal, organisasi, dunia usaha, komunitas, masyarakat umum, pelajar SMP-SMA hingga mahasiswa. Seluruh peserta pejalan kaki diwajibkan mengenakan pakaian adat Nusantara sesuai subtema kegiatan.
Kategori sepeda hias diperuntukkan bagi pelajar SD, SMP dan SMA dengan maksimal tujuh sepeda setiap regu.
Tema yang dapat dipilih meliputi Anggrek Tebu, Gayung Birang, Jelawat, pakaian adat maupun nuansa merah putih.
Sedangkan kategori drum band minimal terdiri atas 30 orang dalam satu regu dan diwajibkan membawakan lagu nasional maupun lagu daerah yang selaras dengan tema kemerdekaan.
Peserta diwajibkan menjaga ketertiban, kelancaran dan kesopanan selama mengikuti pawai. Atraksi di depan panggung kehormatan dibatasi maksimal lima menit. Selain itu, peserta dianjurkan memperdengarkan lagu-lagu bertema perjuangan maupun kemerdekaan selama mengikuti pawai.
Di sisi lain, panitia melarang peserta membawa senjata tajam, mengikuti kegiatan dalam pengaruh minuman keras maupun narkoba, serta menggunakan kendaraan bermotor dalam barisan pejalan kaki, kecuali gerobak yang menjadi bagian dari konsep penampilan.
Panitia juga melarang penggunaan atribut yang mengandung unsur politik praktis, SARA, hoaks, pornografi maupun materi lain yang dinilai tidak sesuai dengan norma kepatutan.
Pawai akan dimulai dari kawasan Rumah Jabatan Bupati/Jalan Ahmad Yani, kemudian melintasi sejumlah ruas jalan protokol Kota Sampit, di antaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan HM Arsyad, Jalan MT Haryono, dan berakhir di Taman Kota Sampit. (DEWI PATMALASARI/H)









