BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus meningkatkan perkembangan pariwisata di daerah ini. Bahkan saat ini terus berupaya mengembangkan wisata religi.
Hal itu karena objek tersebut juga semakin diminati masyarakat. "Saat ini kami terus mengembangkan wisata religi. Dan di Kotim sendiri ada beberapa tempat wisata religi yang didatangi wisatawan untuk berziarah," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim Fajrurrahman, Rabu (17/1/2018).
Di Kotim sedikitnya ada dua destinasi wisata religi yang sering dikunjungi wisatawan, yakni Kubah atau makam Al Alimul Allaamah Syeh Haji Abu Hamid Bin Al Alimul Allaamah Mufti Syeh Haji Muhammad As’at (Buyut Datuk Kalampaian) yang terletak di Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.
Satunya lagi, obyek wisata religi makam Syekh Basiri bin H Sayyidullah dan H Abdurrahman bin H Abdullah Bugis, yang terletak di sekitar Sungai Lenggana Jalan HM Arsyad, ruas Jalan Sampit-Samuda.
Keberadaan kedua makam tersebut sering dikaitkan dengan sejarah berdirinya Sampit dan awal penyebaran Islam di Kotawaringin Timur. Sejarah itu dibacakan setiap peringatan hari jadi Kotim.
--page
Berdasarkan laman resmi Pemkab Kotim, makam Syekh Basiri dan H Abdurrahman termasuk dari beberapa kuburan tua yang ditemukan. Pada batu nisannya tertulis Syech Basiri bin Sayidullah wafat 1500 Masehi, sementara data lahir tidak tertulis, sedangkan H Abdurrahman bin H Abdulah Bugis, lahir 11 Muharram 1103 Hijriah atau 26 Juni 1691 Masehi.
Hampir setiap hari, makam kedua ulama tersebut didatangi peziarah, terlebih saat hari libur. Selain sejarah mereka yang turut menyebarkan Islam, bentuk kedua kuburan itu juga cukup menarik perhatian.
Jarak satu nisan ke nisan pada masing-masing makam, sekitar dua meter, lebih panjang dari jarak nisan makam pada umumnya yang hanya sekitar satu meter saja.
"Selain dua lokasi tersebut, objek wisata religi yang banyak didatangi warga adalah Masjid Raya Wahyu Al Hadi yang letaknya satu kompleks dengan Islamic Center di Jalan Jenderal Sudirman Sampit," kata Fajrurrahman.
Dengan adanya hal itu, pihaknyapun akan terus melakukan pengembangan. Agar semakin menjadi tujuan masyarakat dalam berziarah ke makam tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








