Disbudpar Kotim menyiapkan dermaga terapung dan jalan titian untuk mendukung pengembangan wisata Pulau Hanibung sebagai destinasi alam berbasis edukasi dan konservasi.
Libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026 dimanfaatkan warga untuk berwisata ke Pantai Ujung Pandaran, Kotim, yang mulai dipadati pengunjung sejak Kamis dengan arus lalu lintas terpantau lancar.
DPRD Kotim ingatkan pengembangan wisata Pulau Hanibung harus matang dan terencana. Jangan jadi proyek asal jalan tanpa perhitungan anggaran dan dampak jangka panjang.
Selama pelaksanaan CFD, akses kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, akan ditutup di sepanjang jalan yang mengelilingi Taman Kota Sampit. Kawasan tersebut akan difungsikan sebagai ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas.
Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Kotawaringin Timur, tetapi juga dari daerah lain seperti Seruyan, Kotawaringin Barat, Katingan, hingga Palangka Raya.
Pantai Ujung Pandaran merupakan salah satu destinasi unggulan di Kotim yang berjarak sekitar 85 kilometer dari pusat Kota Sampit. Pantai ini menawarkan panorama laut lepas yang menghadap langsung ke Laut Jawa.
Kegiatan itu diharap mampu meningkatkan rasa kebersamaan dan gotong royong, serta mampu menjaga kelestarian budaya lokal yang sudah ada sejak dulu di masyarakat Kotawaringin Timur dalam melakukan eksploitasi terhadap sumber daya perairan.
Pemilik sekaligus pengajar Sanggar Seni Penyangsangkalemu Sampit, Dody Eka? menegaskan bahwa tarian ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan simbol kehidupan yang terus mengajarkan keharmonisan antarmanusia dan lingkungan.
Berdasarkan data itu jumlah wisatawan ke Kotim dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi, namun secara umum tren menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada 2014 tercatat 60.456 orang, meningkat secara bertahap hingga 126.615 orang pada tahun 2017.
Piala bergilir yang diperebutkan tersebut dirancang khusus dan dibuat langsung oleh pengrajin anggota Dekranasda Kotim, sehingga memiliki nilai seni dan filosofi tersendiri.
Lawang Sakepeng kerap ditampilkan dalam berbagai prosesi adat, mulai dari upacara pernikahan hingga penyambutan tamu kehormatan. Kesenian ini berfungsi sebagai ritual pembuka sebelum seseorang memasuki suatu wilayah atau acara adat.
Sampit Expo 2026 digelar di Stadion 29 November Sampit sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kotim. Event tahunan ini kembali menjadi magnet hiburan sekaligus ruang promosi bagi berbagai sektor.
Lawang Sakepeng memiliki akar sejarah yang kuat. Gerakannya terinspirasi dari tiruan gerak hewan beruk yang kemudian dikembangkan menjadi seni silat khas Dayak Kalimantan Tengah.
Manyipet menjadi salah satu cabang lomba yang dilaksanakan pada Festival Budaya Habaring Hurung Kotim. Kegiatan tersebut digelar di halaman voli indoor Stadion 29 Nopember Sampit.
Sampit Expo tahun ini dirangkai dengan Festival Budaya Habaring Hurung dan Gelora Kriya Dekranasda sebagai upaya memperkuat promosi potensi daerah, sekaligus pelestarian budaya lokal.
Lomba bagasing dimainkan secara beregu. Setiap tim terdiri dari tiga orang dan hanya diberikan lima kali kesempatan bermain. Adapun jumlah peserta pada lomba bagasing kali ini tercatat sebanyak 12 tim putra dan 6 tim putri.