PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Anak-anak lebih rentan terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Karena sistem kekebalan tubuh anak masih lemah sehingga mudah terkena penyakit tersebut. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat Jamin Ginting saat ditemui oleh Borneonews di ruang kerjanya.

"ISPA bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa. ISPA pada balita dan anak-anak lebih berbahaya, karena balita dan anak-anak memiliki kekebalan tubuh yang lemah. Karena pada dasarnya ISPA ini bisa menyerang siapa saja," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat Jamin Ginting, Senin (19/2/2018).

Penyakit ISPA yang diderita pasien dapat berlangsung dalam kurun waktu kurang lebih 14 hari atau kurang dari tiga minggu. Sebagian besar penyakit ISPA bersifat ringan seperti batuk dan pilek. 

Sedangkan untuk balita biasanya akan berlangsung selama kurang lebih 7 sampai 10 hari. Akan tetapi gejala batuk, serta keluarnya cairan pada hidung akan bertahan selama kurang lebih 2 minggu. 

--page

Ada pun komplikasi penyakit ISPA seperti Pneumonia merupakan infeksi saluran pernafasan radang akut bagian bawah pada jaringan paru-paru. 

Pada istilah lainnya pneumonia yaitu alvelio, terjadi karena kantong udara dalam paru-paru terinfeksi kuman dan cairan sehingga kemampuan untuk menyerap oksigen menjadi berkurang. Penyebaran infeksi ke seluruh tubuh itulah yang menyebabkan balita penderita pneumonia bisa meninggal. (HARDI/B-2)