Pelaku UMKM kerajinan di Palangka Raya memiliki potensi besar, namun masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal akses pasar, promosi, dan manajemen usaha. Karena itu, diperlukan wadah terpadu yang mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut.
DPRD Palangka Raya menyoroti dampak kenaikan BBM terhadap ekonomi warga. Khemal Nasery minta distribusi BBM subsidi diperbaiki agar mudah diakses masyarakat.
Faktor utama penyebab anak putus sekolah didominasi oleh kondisi ekonomi keluarga. Selain itu, beban biaya operasional seperti transportasi dan pembelian seragam sekolah juga menjadi kendala yang kerap dihadapi masyarakat.
DPRD Palangka Raya dorong penguatan ketahanan mental ODHIV melalui layanan konseling dan edukasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan keberhasilan pengobatan.
Langkah ini dinilai penting guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya di titik-titik rawan kecelakaan dan persimpangan padat lalu lintas.
Wakil rakyat dari?daerah pemilihan II itu menilai, kekurangan guru, khususnya untuk mata pelajaran penting seperti Bahasa Inggris, harus segera ditangani secara serius oleh dinas terkait.
BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro meminta Pemerintah Kota (Pemko) segera memenuhi kekurangan tenaga kesehatan di Puskesmas Pembantu yang berada di…
Masalah sampah di Palangka Raya kembali disorot DPRD. Hap Baperdu meminta pemerintah serius menangani keterbatasan armada, jadwal angkut, dan edukasi warga.
Ketua Komisi III DPRD Palangka Raya Sigit Widodo siap mengawal kemajuan sepak bola, futsal, dan mini soccer melalui dukungan anggaran serta fasilitas olahraga.