Aktivitas ekonomi yang meningkat selama Ramadan hingga Idulfitri harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk melihat sektor mana saja yang mengalami pertumbuhan signifikan. Hal ini penting sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan ekonomi ke depan agar lebih tepat sasaran.
Kehadiran Ketua DPRD Palangka Raya ini merupakan bagian dari tradisi silaturahmi yang rutin dilakukan setiap Idulfitri, sebagai upaya mempererat hubungan antara unsur legislatif dan eksekutif di daerah.
Rombongan meninjau sejumlah lokasi strategis, di antaranya Posko Lebaran di Bandara Tjilik Riwut guna memantau arus kedatangan dan keberangkatan penumpang
Momen libur panjang biasanya diiringi dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan ruang publik lainnya. Kondisi ini dinilai sebagai peluang strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kehati-hatian dalam memilih daging sangat penting untuk memastikan aspek kesehatan dan kehalalan produk yang dikonsumsi. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak tergiur harga murah tanpa memperhatikan kualitas dan asal-usul daging tersebut.
Potensi Pasar Datah Manuah sangat besar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, tanpa pengelolaan yang berkelanjutan, pasar tersebut berisiko kembali sepi setelah momen tertentu berakhir.
Pendekatan terhadap kelompok LSL tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi, melainkan harus dilakukan secara komprehensif, terutama dalam aspek kesehatan dan sosial.
Khemal Nasery menilai keberhasilan Pasar Ramadan Datah Manuah menjadi bukti bahwa sektor ekonomi kerakyatan di Kota Palangka Raya tetap bergerak positif, khususnya selama momentum Ramadan yang dimanfaatkan para pelaku usaha kecil dan menengah.
Menurut Jati, kemajuan teknologi memang memudahkan akses informasi, tetapi juga membuka ruang bagi anak-anak untuk melihat konten yang tidak sesuai usia.
Tantawi menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut. Ia berharap para pelaku usaha yang terdampak diberi ketabahan dan bisa segera bangkit kembali.
Menurut Subandi, pada APBD 2025 total anggaran daerah ditetapkan sekitar Rp1,4 triliun, dengan realisasi PAD mencapai Rp339 miliar. Capaian itu menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam penyusunan target pendapatan tahun berikutnya.
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian dari lembaga legislatif terhadap kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan akibat bencana tersebut.
Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai rangkaian ritual ibadah, tetapi juga sebagai momentum memperbaiki hubungan sosial serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.