BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla lebih awal. Yakni dengan memperkuat peran kelurahan tangguh bencana.
"Sudah ada beberapa kelurahan yang terbentuk sebagai wilayah tangguh bencana," kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Minggu 28 Februari 2021.
"Diharapkan mampu melalukan mitigasi dan koordinasi mencegah karhutla. Langka itu juga kita lakukan lebih awal sebelum masuk musim kemarau seperti yang diprediksikan," imbuhnya.
BMKG wilayah Kalimantan meprakirakan masa peralihan menuju kemarau terjadi pada bulan Mei dan Juni 2021. Sedangkan untuk puncak kemarau, diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2021.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, pihaknya segera membentuk Satgas Karhutla setelah menerima instruksi dari Presiden RI Joko Widodo.
--page
"Kita segera kordinasikan dengan pihak terkait supaya mampu mencegah terjadinya bencana karhutla. Sehingga peristiwa seperti tahun 2015 silam tidak terulang lagi. (HENDRI/B-5)









