PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Palangka Raya tuntas melaksanakan kajian pengembangan agrowisata untuk mewujudkan ekonomi cerdas. Setelah ini, pemerintah daerah tinggal menjalankannya.

"Kajian pengembangan sudah dilaksanakan dengan akademisi dari Universitas. Hasil kajian menunjukan hal positif terkait pengembangan agrowisata. Tinggal kemana dan dimana yang akan menjadi fokus pemerintah," kata Kepala Bappedalitbang Kota Palangka Raya, Harry Maihadi, Senin 6 Desember 2021.

Dia mengatakan, Kota Palangka Raya mempunyai luas wilayah 2.687 km2, dapat dilihat sebagai sebuah kota yang memiliki 3 wajah yaitu wajah perkotaan, wajah pedesaan, dan wajah hutan. Kondisi ini memberikan tantangan sendiri bagi Pemerintah dalam membangun.

Ruang lingkup kajian dilaksankan di destinasi agrowisata yang ada di Kecamatan Pahandut, Jekan Raya, Sebangau, Bukit Batu dan Rakumpit.

Kajian itu meliputi keunikan daya tarik agrowisata berdasarkan jenis tanaman, pola pengelolaan dan jenis lahan pengembangan. Kemudian terkait permasalahan dalam pengembangan agrowisata, yang terdiri atas permasalahan teknis, ekonomi, sosial dan kebijakan pemerintah daerah.

--page

"Secara teknis pengembangan agrowisata harus menyesuaikan dengan kondisi lahan dan pengaruh iklim terhadap pertanian terutama lahan gambut dan kawasan Daerah Aliran Sungai," pungkasnya. (HENDRI/B-5)