PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Renson mendorong para petani maupun para Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) agar bisa menerapkan smart farming.

Smart farming merupakan metode bertani dengan cerdas, menggunakan alat khusus untuk mendeteksi atau mengukur unsur hara di dalam tanah dan untuk mendeteksi cuaca.

Adapun upaya pemerintah saat ini adalah melakukan kegiatan penyuluhan kepada para petani dan Gapoktan untuk bisa menerapkan metode smart farming demi memudahkan kegiatan pertanian.

"Memang dalam menerapkan smart farming diperlukan alat khusus, saya harap Gapoktan bisa memperoleh alat tersebut baik secara mandiri maupun bermohon agar kami teruskan ke pemerintah Provinsi maupun kepada anggota CSR Palangka Raya," katanya, Kamis 24 Februari 2022.

Menurut Renson, pemerintah siap memfasilitasi dan mengakomodir permohonan alat smart farming yang diajukan oleh Gapoktan. Dengan harapan semakin banyak yang mengajukan maka akan bisa diperoleh melalui anggaran daerah maupun CSR.

Seperti di Kelompok Tani Harapan, alat smart farming tersebut merupakan hasil pemberian dari bank pembangunan daerah yaitu Bank Kalteng. Sehingga ke depannya para anggota forum CSR bisa memberikan hal serupa.

--page

"Smart farming adalah dalam rangka mendukung dan mengimplementasikan visi dan misi Wali kota Palangka Raya yaitu Smart City dan masyarakat sudah bisa memanfaatkan teknologi untuk bekerja," tutupnya. (HENDRI/B-11)