BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya akan melakukan uji coba pemanfaatan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) sebagai salah satu inovasi berbelanja non tunai di Pasar Ramadan tahun ini.
Rencana ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Rawang melalui Kepala Bidang Perdagangan, Hadriansyah.
Dalam waktu dekat ini, kata dia, Bank Indonesia dan BRI akan melakukan rapat pembahasan bersama pemerintah kota mengenai penggunaan QRIS untuk mempermudah sistem transaksi nantinya.
"Pemanfaatan sistem non tunai bagi para pedagang adalah langkah kami ke depannya. Namun dalam waktu dekat, akan kami coba terapkan di Pasar Ramadan," katanya, Selasa, 22 Maret 2022.
"Kami menyadari tak seluruh pedagang dan pembeli memahaminya namun akan kami coba perlahan demi mempermudah sistem transaksi non fisik," imbuhnya.
--page
Berdasarkan hasil rapat gabungan antara Pemko, Tim Satgas Covid-19, TNI-Polri dan pihak terkait lainnya sepakat jika Pasar Ramadan awalnya akan dibuka di lima titik. Juga telah disepakati sejumlah syarat, yakni pelaksanaanya harus mematuhi disiplin protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.
Lima titik pasar tersebut antara lain di Kelurahan Pahandut yang akan berada di sekitaran Jalan Bali, namun masih menunggu arahan dari pihak Polresta Palangka Raya.
Lalu di Kelurahan Langkai akan digelar di Jalan RA Kartini kawasan Masjid Al Husna Jalan Sultan Hasanuddin, Pasar Kahayan dan Pasar Rajawali. Selain itu, Masjid Salahudin juga mengajukan pelaksanaan Pasar Ramadan sebagai titik keenam.
"Banyaknya titik pelaksanaan Pasar Ramadan salah satunya adalah untuk mengurai kerumunan masyarakat yang berbelanja mencari makanan untuk berbuka puasa," sebutnya.
Secara teknis, dalam Pasar Ramadan akan menekankan sistem prokes ketat. Meskipun jumlah pedagang tidak dibatasi berapa jumlahnya dalam satu titik, namun pada lapak pedagang akan ada batas jarak minimal satu meter antar pedagang. Selain itu yang terpenting, pedagang minimal sudah vaksin Covid-19 sebanyak dua kali.
"Untuk para pedagang, nanti akan diakomodir oleh masing-masing LKK di setiap kelurahan dan pengurus Masjid. Jadi mereka yang akan menjaring pedagang yang ingin berjualan di Pasar Ramadan," pungkasnya. (HENDRI/B-7)









