PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya menetapkan status siaga banjir pasca 6 kelurahan terdampak banjir kiriman. Selama status ini, pemerintah setempat rutin memantau kawasan terdampak serta mempersiapkan sejumlah tindakan.

"Sekarang status masih siaga, karena dampaknya belum signifikan. Kalau nanti semakin parah akan menjadi tanggap darurat," kata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, Rabu, 14 September 2022.

Meski berstatus siaga pihaknya tetap memberikan sejumlah bantuan kepada warga terdampak sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang wilayahnya tergenang. Sejauh ini ada 59 kepala keluarga yang sudah menerima bantuan sembako.

"Perlu diingat banjir yang melanda kita ini karena kiriman dari daerah hulu, sebagai muara sungai-sungai besar sangat wajar kita selalu bersiap mengantisipasi kemungkinan banjir semakin parah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan saat ini sudah enam kelurahan yang sudah dilanda banjir.

--page

Untuk data warga yang terdampak banjir, BPBD mencatat 105 jiwa dari 28 kepala keluarga dan 2 RT di Kelurahan Bukit Tunggal. Sedangkan kelurahan lainnya belum tercatat.

Pihaknya juga berencana membentuk dapur inti seperti posko banjir pada tahun lalu. Dapur umum rencananya didirikan di Jalan Arut dekat kawasan yang terdampak banjir. (HENDRI/B-7)